Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - HANOI. Perdagangan kopi di Vietnam tetap lesu pada Kamis, karena para petani menahan penjualan dengan harapan harga kembali naik. Tapi permintaan mulai menguat sejalan dengan langkah eksportir yang mulai memenuhi kewajiban pengiriman. Sementara itu, premi kopi di Indonesia mengalami kenaikan.
Di dataran tinggi Tengah Vietnam, petani menjual biji kopi dengan harga 97.500–98.200 dong per kg (sekitar US$ 3,71–US$ 3,74). Harga kopi Robusta untuk pengiriman Maret ditutup turun US$ 68 menjadi US$ 3.939 pada penutupan Rabu.
Seorang pedagang di wilayah perkebunan kopi mengatakan, permintaan kuat karena eksportir kembali beraktivitas setelah libur, tetapi pasokan sangat terbatas. "Petani saat ini tidak terlalu tertekan untuk menjual karena mereka juga bisa mendapat penghasilan dari durian, sehingga cenderung menahan biji dan meminta harga lebih tinggi,” ujar pedagang dikutip Reuters.
Baca Juga: Rivian Recall Hampir 20.000 Kendaraan di AS, Ini Penyebabnya
Pedagang lain menambahkan, produksi diperkirakan naik 5–10% musim ini, dengan kondisi cuaca yang mendukung pertumbuhan tanaman kopi.
Pedagang menawarkan 5% black and broken-grade 2 robusta dengan diskon US$ 140–US$ 150 per ton terhadap kontrak Maret LIFFE.
Menurut data pemerintah, Vietnam mengekspor 1,58 juta ton kopi pada 2025, naik 17,5% dibanding tahun sebelumnya, sementara pendapatan ekspor naik 59% menjadi US$ 8,9 miliar. Pada Desember, pengiriman kopi meningkat 40,8%menjadi 180.000 ton dibanding tahun sebelumnya.
Di Indonesia, biji kopi Sumatra Robusta ditawarkan dengan premi US$ 215 untuk kontrak Februari, naik dari premi US$ 120 untuk kontrak Januari dua minggu lalu. Pedagang lain mengatakan biji kopi untuk kontrak Maret ditawarkan dengan premi US$ 200, dibandingkan US$ 300 sebelum libur.
Sementara itu, petani kopi di Lampung Barat, Indonesia, mengungkapkan hujan lebat baru-baru ini bisa menyebabkan buah kopi (cherry) rontok dari tanaman, yang berpotensi memengaruhi pasokan.













