kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.039   39,00   0,22%
  • IDX 5.861   -80,26   -1,35%
  • KOMPAS100 775   -10,86   -1,38%
  • LQ45 584   -5,26   -0,89%
  • ISSI 203   -2,72   -1,32%
  • IDX30 331   -2,44   -0,73%
  • IDXHIDIV20 410   -1,82   -0,44%
  • IDX80 88   -1,06   -1,20%
  • IDXV30 112   -1,12   -0,98%
  • IDXQ30 107   -0,92   -0,86%

Perdagangan Ukraina-Rusia terancam lumpuh


Selasa, 22 Juli 2014 / 09:58 WIB
ILUSTRASI. Biaya haji 2023 atau biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang dibayar langsung oleh jemaah haji tahun 2023 mencapai Rp 49,8 juta. ANTARA FOTO/Hanni Sofia/nz.


Sumber: Bloomberg | Editor: Hendra Gunawan

KIEV. Kondisi perekonomian Ukraina semakin memburuk. Arseniy Yatsenyuk, Perdana Menteri Ukraina mengatakan, ekonomi diramalkan menyusut 2% karena kegiatan perdagangan antara Ukraina dan Rusia terancam lumpuh.

"Mereka menyediakan teroris, mereka menyediakan senjata, mereka menghentikan suplai gas dan mereka ingin menghentikan perdagangan bilateral," ujar Arseniy Yatsenyuk dikutip dari Bloomberg, Senin (21/7).

Menurut Arseniy, jika Rusia menghentikan arus perdagangan maka Ukraina diperkirakan akan kehilangan duit hingga US$ 5 miliar per tahun. Selain itu juga, konflik yang makin melebar membuat pemerintah harus meningkatkan pembiayaan tentara.

"Penilaian awal kami bahwa kita perlu tambahan US$ 1 miliar untuk operasi defensif hingga akhir tahun," terang Arseniy.

Sebelumnya, ekonomi Ukraina telah mengalami resesi karena aksi protes anti pemerintah, dan aneksasi Rusia di Krimea.




TERBARU

[X]
×