kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

Perdamaian Israel & UEA akan menguntungkan Arab Saudi, bagaimana bisa?


Senin, 17 Agustus 2020 / 11:23 WIB
ILUSTRASI. Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, menjadi sosok penting dalam hubungan Arab Saudi dan Israel.


Sumber: Channel News Asia | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Inti dari Vision 2030 adalah NEOM, rencana pembangunan megopolitan bernilai US$500 miliar di pantai barat Saudi. Menurut pengamatan, proyek ini membutuhkan keahlian Israel di bidang manufaktur, bioteknologi, hingga keamanan siber.

NEOM akan dibangun di dekat kota reso Israel di Eilat, di sepanjang perairan Laut Merah yang cukup sensitif secara geopolitik.

Proyek yang diumumkan pada tahun 2017 ini hingga sekarang terus dikembangkan dengan tujuan untuk membangun kawasan wisata baru dengan teknologi yang terpadu.

Dengan total area seluas kurang lebih 26.500 km2, NEOM jelas membutuhkan banyak dukungan dana dari para investor, terutama negara-negara teluk.

Walaupun belum terlihat dengan jelas, tapi banyak pengamat yang sudah memprediksi bahwa Saudi akan menggunakan momentum perdamaian ini untuk mendekatkan diri dengan Israel.

Sekarang Saudi masih harus mencari cara agar hubungannya dengan Israel tidak menimbulkan gejolak politik dan sosial di negaranya, maupun negara Islam lainnya.

Baca Juga: Presiden Iran: UEA sebaiknya berhati-hati, kesalahan besar bersepakat dengan Israel




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×