Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Peningkatan Militer dan Risiko Eskalasi
Retorika keras Trump muncul saat ia mempromosikan dirinya sebagai tokoh perdamaian dalam peluncuran Board of Peace, yakni badan yang awalnya diusulkan untuk mengakhiri perang Israel melawan Hamas di Gaza, lalu diperluas mandatnya untuk menangani konflik global.
Sementara itu, Rusia memperingatkan adanya risiko “eskalasi ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya” terkait Iran dan mendesak semua pihak menahan diri. Seorang pejabat AS mengatakan pengerahan militer AS di kawasan diperkirakan rampung pada pertengahan Maret.
AS telah mengirim kapal induk, kapal perang, dan jet tempur ke kawasan tersebut, meningkatkan kemungkinan serangan baru terhadap Republik Islam Iran. Pada Juni lalu, AS dan Israel membombardir fasilitas nuklir dan sejumlah lokasi militer Iran.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 28 Februari untuk membahas isu Iran.
Washington menuntut Iran menghentikan sepenuhnya pengayaan uranium, proses yang bisa digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir maupun material senjata. AS dan Israel juga ingin Iran menghentikan pengembangan rudal balistik jarak jauh, menghentikan dukungan terhadap kelompok-kelompok di Timur Tengah, serta tidak lagi menggunakan kekerasan terhadap demonstran domestik.
Iran menolak membahas isu di luar program nuklir dan menyebut pembatasan rudal sebagai garis merah. Citra satelit menunjukkan Iran memperbaiki dan memperkuat fasilitas nuklir serta militernya sejak musim panas lalu, di tengah persiapan militer AS di berbagai pangkalan Timur Tengah dalam sebulan terakhir.
Tonton: BREAKING NEWS! Pertemuan Perdana Board of Peace, Donald Trump Puji Presiden Prabowo
Latihan militer gabungan Iran dan Rusia berlangsung bersamaan dengan rangkaian latihan angkatan laut Iran di Teluk Oman. Televisi pemerintah Iran menayangkan pengerahan pasukan khusus menggunakan helikopter dan kapal perang.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Polandia menjadi negara Eropa terbaru yang mendesak warganya meninggalkan Iran. Perdana Menteri Donald Tusk menyatakan warga Polandia mungkin hanya memiliki waktu beberapa jam untuk evakuasi jika situasi memburuk.
Ketegangan ini juga terjadi setelah Iran pada Januari menindak keras gelombang protes domestik yang meluas, dengan korban tewas dilaporkan mencapai ribuan orang di seluruh negeri.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)