Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Pendapatan negara Rusia dari sektor minyak dan gas diperkirakan turun hampir separuh pada Februari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perhitungan Reuters menunjukkan, penerimaan minyak dan gas Rusia bulan ini diproyeksi hanya mencapai 410 miliar rubel atau sekitar US$5,35 miliar, merosot tajam akibat penguatan mata uang domestik dan melemahnya harga minyak global.
Sektor minyak dan gas merupakan sumber utama pendapatan pemerintah Rusia. Kontribusinya mencapai lebih dari seperlima total penerimaan anggaran federal, yang dalam beberapa tahun terakhir terkuras untuk membiayai belanja pertahanan dan keamanan sejak Rusia memulai kampanye militernya di Ukraina pada Februari 2022.
Tekanan dari Harga Minyak dan Kurs Rubel
Penurunan pendapatan pada Februari terutama dipicu oleh kombinasi harga minyak yang lebih rendah serta penguatan rubel. Kurs rubel yang lebih kuat membuat nilai konversi penerimaan ekspor dalam mata uang asing menjadi lebih kecil ketika dihitung dalam rubel.
Baca Juga: Perundingan dengan Rusia Buntu, Swedia Tambah Bantuan Militer ke Ukraina
Perhitungan Reuters didasarkan pada data produksi minyak dan gas, aktivitas pengilangan, serta pasokan ke pasar domestik dan internasional. Hasilnya menunjukkan tekanan signifikan terhadap arus kas negara dari sektor energi, yang selama ini menjadi tulang punggung fiskal Moskow.
Meski secara tahunan turun drastis, pendapatan Februari diperkirakan naik 3,1% dibanding Januari 2026. Kenaikan bulanan ini didorong oleh skema subsidi yang dikenal sebagai “pembayaran damper”, yang biasanya dibayarkan pemerintah kepada kilang minyak untuk menjaga stabilitas harga bahan bakar domestik.
Namun pada bulan ini, perusahaan minyak justru diperkirakan akan menyetor pembayaran damper sebesar 42 miliar rubel kepada negara. Hal ini terjadi karena harga bahan bakar membuat penjualan ke luar negeri menjadi kurang menguntungkan, sehingga mekanisme kompensasi berbalik arah.
Pendapatan Awal Tahun Turun Tajam
Secara kumulatif, pendapatan minyak dan gas Rusia selama Januari–Februari 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 800 miliar rubel. Angka ini turun signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 1,56 triliun rubel.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak Hampir 3% Usai Perundingan Rusia–Ukraina Buntu
Dalam dokumen anggaran, pemerintah Rusia memproyeksikan penerimaan dari penjualan minyak dan gas sepanjang 2026 sebesar 8,92 triliun rubel. Sementara itu, total pendapatan anggaran negara tahun ini diperkirakan mencapai 40,283 triliun rubel.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 lalu pendapatan anggaran federal Rusia dari sektor minyak dan gas turun 24% menjadi 8,48 triliun rubel—level terendah sejak 2020. Penurunan tersebut mencerminkan tantangan struktural yang dihadapi sektor energi Rusia di tengah dinamika harga global dan tekanan geopolitik.
Dengan kontribusi strategis sektor energi terhadap fiskal negara, fluktuasi harga minyak dan nilai tukar rubel akan tetap menjadi faktor kunci yang memengaruhi stabilitas anggaran Rusia sepanjang 2026.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)