kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45827,22   1,41   0.17%
  • EMAS1.040.000 1,17%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Peringatan WHO: Pandemi corona akan menjadi lebih buruk dan semakin buruk


Senin, 13 Juli 2020 / 23:55 WIB
Peringatan WHO: Pandemi corona akan menjadi lebih buruk dan semakin buruk

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Pandemi virus corona baru yang mengamuk berpotensi menjadi jauh lebih buruk jika semua negara tidak mematuhi tindakan pencegahan kesehatan dasar, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pada Senin (13/7).

"Biarkan saya berterus terang, terlalu banyak negara menuju ke arah yang salah, virus tetap menjadi musuh publik nomor satu," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam briefing virtual dari kantor pusat WHO di Jenewa.

"Jika dasar-dasar (pencegahan) tidak diikuti, satu-satunya cara pandemi ini akan berlangsung (terus), itu akan menjadi lebih buruk dan semakin buruk. Tapi, itu tidak harus seperti ini," ujarnya seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Kasus corona dunia tembus 13 juta, bertambah 1 juta hanya dalam 5 hari

Tedros, yang kepemimpinannya mendapat kritik keras dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengatakan, dari 230.000 kasus baru pada Minggu (12/7), 80% berasal dari 10 negara dan 50% dari hanya dua negara.

Kepala Kedaruratan WHO Mike Ryan menyatakan, beberapa tempat di Amerika mungkin perlu "penguncian terbatas atau fokus geografis yang menekan transmisi di area tertentu, di mana transmisi virus corona di luar kendali".

Dia pun mendesak negara-negara untuk tidak menjadikan sekolah sebagai sepak bola politik. Menurut dia, sekolah bisa dengan aman dibuka kembali setelah kasus virus corona benar-benar berhasil ditekan.

Baca Juga: Dua pangkalan militer AS di Okinawa lockdown gara-gara wabah corona

Kasus virus corona global melewati angka 13 juta pada Senin (13/7), menurut penghitungan Reuters, menandai tonggak penting lain dalam penyebaran penyakit yang menewaskan lebih dari setengah juta orang dalam tujuh bulan itu.

Tembus 13 juta kasus



TERBARU

[X]
×