kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pertama dalam 3 dekade, Myanmar gelar sensus


Minggu, 30 Maret 2014 / 10:58 WIB
ILUSTRASI. Kawasan properti perkantoran di Jakarta, Jumat (26/8). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/26/08/2022.


Sumber: AP | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

MYANMAR. Myanmar akan menggelar sensus pertamanya dalam tiga dekade terakhir. Pemerintah Myanmar menjelaskan, warga muslim minoritas tidak dapat mendaftarkan diri mereka sebagai "Rohingya" meskipun mendapat jaminan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Pekerja sensus, mayoritas dari mereka adalah guru sekolah, akan mulai berkunjung dari rumah ke rumah pukul 07.00 pagi mulai hari ini (30/3). Aksi sensus ini ditargetkan bisa mendata 12 juta rumah tangga dan diharapkan kelar pada 10 April mendatang.

Meski demikian, ada sebagian pihak yang menganjurkan agar rencana ini ditunda karena dikhawatirkan akan memicu ketegangan dan kekerasan etnis.

Catatan saja, Myanmar merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Budha. Adapun jumlah penduduknya mencapai 60 juta jiwa. Myanmar baru saja keluar dari pemerintahan militer yang berlangsung hampir setengah abad pada 2011 lalu. Namun, kebebasan baru  yang berlangsung seiring dengan transisi demokrasi tersebut, memakan korban jiwa mencapai 280 orang lebih. 




TERBARU

[X]
×