kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -35.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Pertama Dalam Sejarah, Populasi Jepang Menurun di Seluruh Prefektur


Rabu, 26 Juli 2023 / 14:16 WIB
ILUSTRASI. Para komuter mengenakan masker tiba di Stasiun Shinagawa pada awal hari kerja di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021). Pertama dalam Sejarah, Populasi Jepang Menurun di Seluruh Prefektur.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Di antara kebijakan tersebut adalah memperluas bantuan uang tunai kepada keluarga yang memiliki anak, terlepas dari pendapatan orang tua.

Para ahli memperingatkan bahwa paket kebijakan tersebut gagal mengatasi akar penyebab penurunan angka kelahiran, seperti kurangnya prospek pekerjaan yang stabil.

Sementara jumlah penduduk asing yang terdaftar naik sekitar 300.000 menjadi hampir 3 juta, itu tidak cukup untuk menutupi kekurangan warga negara Jepang. Total populasi keseluruhan tercatat menurun 0,4%.

Baca Juga: Jepang Tak Berencana Gunakan Pendapatan Pajak untuk Danai Bantuan Perawatan Anak

"Jika situasinya tetap sama, Jepang akan jatuh ke dalam lingkaran setan penyusutan ekonomi jangka panjang. Dalam jangka pendek, masalahnya adalah kekurangan tenaga kerja. Jepang harus menaikkan upah pekerja asing agar mereka terdorong datang ke sini meski yen lemah,” kata Hideo.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×