kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.014   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.133   136,65   2,73%
  • KOMPAS100 656   25,30   4,01%
  • LQ45 511   22,91   4,69%
  • ISSI 176   3,44   2,00%
  • IDX30 288   14,24   5,21%
  • IDXHIDIV20 378   21,27   5,96%
  • IDX80 75   3,09   4,26%
  • IDXV30 106   5,01   4,97%
  • IDXQ30 95   5,49   6,12%

Perusahaan rokok elektrik China, Relx Technology siap ekspansi besar-besar


Minggu, 12 Januari 2020 / 22:18 WIB
ILUSTRASI. Penggemar rokok elektrik atau Vape.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Anna Suci Perwitasari

China meminta platform e-commerce untuk menutup toko online yang menjual rokok elektronik tahun lalu. Kebijakan ini merupakan langkah untuk menghentikan anak di bawah umur membeli dan mengkonsumsi rokok elektrik. Di China rokok elektrik memiliki potensi pasar yang cukup besar mengingat jumlah perokok di Negeri Tirai Bambu itu mencapai 300 juta.

Regulator di luar negeri juga mencari cara untuk mengatur industri yang baru lahir tersebut. Awal Januari 2020 ini, Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (AS) atau Food and Drug Administration mengambil langkah untuk mengekang penjualan rokok elektrik rasa di AS.

Baca Juga: Industri rokok elektrik di China mulai loyo

Pengawasan ketat di AS dan China telah memberi tekanan pada rantai pasokan rokok elektronik Cina di kota Shenzhen selatan, tempat sekitar 90% rokok elektronik dunia diproduksi.

Menurut asosiasi perdagangan e-rokok teratas Tiongkok, angkatan kerja di seluruh rantai pasokan industri di negara itu menyusut sekitar 10% pada musim gugur lalu karena peraturan yang mengurangi permintaan.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×