kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Pesawat Tempur KF-21 RI-Korsel: Proyek Belasan Tahun Masuk Babak Baru


Rabu, 01 April 2026 / 18:35 WIB
Pesawat Tempur KF-21 RI-Korsel: Proyek Belasan Tahun Masuk Babak Baru
ILUSTRASI. Presiden Korea Selatan Moon Jae-in - pesawat jet tempur KF-21 ( REUTERS/YONHAP)


Sumber: Reuters | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan semakin kokoh di sektor pertahanan. Dalam pertemuan bilateral di Blue House, Seoul (1/4), Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan komitmen untuk menuntaskan proyek bersama pesawat tempur KF-21.

Meski tidak ada kesepakatan pertahanan baru yang diumumkan secara resmi dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin mengonfirmasi bahwa proyek pengembangan jet tempur homegrown Korea Selatan ini berjalan sesuai rencana (on track).

Target penyelesaian pengembangan ditetapkan pada Juni 2026 mendatang.

Prabowo Tiba di Jepang, Lanjut ke Korea Selatan! Indonesia Siap Borong Jet Tempur KF-21

Menuju Fase IF-21 

Proyek yang telah berjalan lebih dari satu dekade ini akan memasuki babak baru. Selain KF-21, kedua negara juga berkomitmen untuk bekerja sama dalam proyek tindak lanjut yang disebut sebagai IF-21.

Beberapa poin krusial dalam dinamika proyek ini antara lain:

Pertama: Komitmen Pembayaran: Pemerintah Korea Selatan menyatakan ekspektasinya agar Indonesia dapat menyelesaikan kewajiban pembayaran terkait program pengembangan bersama ini pada akhir tahun 2025 atau sebelum tenggat penyelesaian proyek.

Baca Juga: Dampak Perang Iran: Korsel Naikkan Batas Harga BBM dan Suntik Likuiditas Obligasi

Kedua; Rencana Akuisisi: Korea Aerospace Industries (KAI) mengungkapkan tengah menjajaki potensi penjualan unit KF-21 ke Indonesia. Kabar yang beredar menyebut Jakarta mempertimbangkan untuk memboyong batch awal sebanyak 16 unit pesawat tempur tersebut.

Ketiga; Kerjasama Alutsista Lain: Selain jet tempur, kemitraan akan diperluas pada pengadaan pesawat latih, sistem rudal pandu anti-tank, hingga amunisi.

Presiden Prabowo Subianto, yang juga mantan jenderal, menekankan bahwa kapabilitas pertahanan yang kuat adalah syarat mutlak bagi terciptanya perdamaian. "Perdamaian dan stabilitas membutuhkan keamanan dan pertahanan yang kokoh," ujar Prabowo.

Prabowo menilai Korea Selatan sebagai mitra strategis yang memiliki keunggulan teknologi dan industri yang mampu melengkapi kebutuhan Indonesia. Sebaliknya, Seoul memandang Indonesia sebagai mitra penting karena kelimpahan sumber daya alam dan potensi pasar yang besar.

Tonton: AS Kerahkan 3 Kapal Induk Nuklir! Timur Tengah Makin Panas

Sinergi Energi dan Pertahanan

Selain urusan jet tempur, pertemuan ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai penopang ketahanan energi Korea Selatan.

Di tengah ketidakpastian konflik di Timur Tengah, Seoul sangat mengandalkan pasokan LNG dan batu bara dari Indonesia untuk menjaga stabilitas rantai pasok domestik mereka.

Data menunjukkan pada tahun 2025, Korea Selatan mengimpor 2,1 juta ton gas alam cair atau LNG dari Indonesia.

Sebagai imbal balik strategis, kedua negara juga menyepakati kerja sama di bidang baru seperti pusat data (data center), energi terbarukan, hingga teknologi kecerdasan buatan (AI).

Prabowo Borong 16 KF-21 Boramae , Siap Masuk Produksi Massal 2026




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×