Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pesawat kepresidenan Amerika Serikat (AS), Air Force One, yang membawa Presiden AS Donald Trump mendarat dengan selamat di Joint Base Andrews, dekat Washington, pada Selasa malam waktu setempat.
Pendaratan dilakukan tak lama setelah lepas landas akibat adanya gangguan teknis ringan pada sistem kelistrikan pesawat.
Gedung Putih menyebut gangguan tersebut sebagai masalah listrik minor yang terdeteksi oleh awak pesawat sesaat setelah penerbangan dimulai. Demi alasan keselamatan, pilot memutuskan untuk kembali dan mengganti pesawat.
Baca Juga: Daftar Tarif Listrik September 2025 Tetap Stabil untuk Semua Pelanggan PLN
Setelah pesawat Boeing 747 yang digunakan awal mendarat dengan aman, Trump melanjutkan perjalanannya menggunakan pesawat lain yang lebih kecil, Boeing 757.
Pesawat pengganti itu lepas landas tak lama setelah tengah malam waktu setempat, atau lebih dari dua jam setelah jadwal keberangkatan awal.
Meski sempat tertunda, agenda perjalanan Presiden Trump tetap berjalan. Ia dijadwalkan menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, bersama para pemimpin dunia dan tokoh global lainnya.
Insiden keselamatan penerbangan yang melibatkan presiden atau wakil presiden Amerika Serikat tergolong jarang, meski bukan hal yang sepenuhnya baru.
Baca Juga: Mobil Listrik BYD Baru & Seken Laris Manis, Cek Perbedaan Harganya
Pada 2011, Air Force One yang membawa Presiden Barack Obama sempat membatalkan pendaratan akibat cuaca buruk saat menuju Connecticut.
Sementara pada 2012, pesawat Air Force Two yang mengangkut Wakil Presiden saat itu, Joe Biden, sempat terkena serangan burung di California, namun tetap mendarat dengan aman.













