kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Peso Filipina Melemah Paling Dalam Rabu (22/4), Pergerakan Mata Uang Asia Campuran


Rabu, 22 April 2026 / 09:37 WIB
Peso Filipina Melemah Paling Dalam Rabu (22/4), Pergerakan Mata Uang Asia Campuran
ILUSTRASI. peso mata uang Filipina (Shutterstock/NULL)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung bervariasi pada perdagangan Rabu (22/4/2026). Dari seluruh mata uang di kawasan, peso Filipina mencatat pelemahan terdalam.

Mengacu data perdagangan pagi dilansir dari Reuters, peso Filipina turun 0,22% ke level 60,08 per dolar AS. Pelemahan ini menjadi yang terbesar dibandingkan mata uang Asia lainnya.

Baca Juga: Pejabat Kunci Program HIV AS Mundur, Kritik Kebijakan Kesehatan Global Trump

Di sisi lain, sejumlah mata uang justru menguat tipis. Yen Jepang berada di level 159,24 per dolar AS atau menguat 0,08%.

Dolar Singapura naik 0,11% ke 1,272 per dolar AS, sementara dolar Taiwan menguat 0,04% ke 31,476.

Won Korea Selatan juga terapresiasi 0,10% ke posisi 1.478,20 per dolar AS. Yuan China menguat 0,14% ke level 6,822 per dolar AS.

Sementara itu, baht Thailand dan rupee India relatif stagnan masing-masing di level 32,19 dan 93,50 per dolar AS.

Di kelompok mata uang yang melemah, selain peso Filipina, rupiah Indonesia tercatat turun 0,15% ke level 17.165 per dolar AS. Ringgit Malaysia juga terkoreksi 0,13% ke posisi 3,953 per dolar AS.

Baca Juga: Pejabat Militer AS Sebut Bitcoin Jadi Instrumen Kekuatan Nasional

Kinerja Sejak Awal Tahun

Secara year-to-date (ytd), mayoritas mata uang Asia masih berada dalam tren pelemahan terhadap dolar AS.

Rupee India mencatat depresiasi terdalam sebesar 3,88% sejak awal tahun, diikuti rupiah Indonesia yang melemah 2,88% dan won Korea Selatan turun 2,62%.

Baht Thailand dan peso Filipina masing-masing turun 2,30% dan 2,13% sepanjang 2026.

Baca Juga: Jelang IPO Raksasa, SpaceX Percepat Ekspansi AI hingga Atur Kendali Saham

Sementara itu, beberapa mata uang mencatat penguatan, seperti ringgit Malaysia yang naik 2,61%, yuan China menguat 2,43%, serta dolar Singapura yang terapresiasi 1,03% sejak akhir 2025.

Pergerakan mata uang ini mencerminkan sentimen pasar global yang masih dipengaruhi dinamika geopolitik dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×