kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Philip Morris Jual Produsen Inhealer Asma ke Molex Asia


Selasa, 17 September 2024 / 21:20 WIB
ILUSTRASI. A cigarette vending machine near the offices of Philip Morris International in Lausanne, Switzerland. The company, which sells Marlboro, is targeting the FCTC anti-smoking treaty on multiple levels. REUTERS/Paritosh Bansal


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. Philip Morris International (PMI) melalui Vectura Fertin Pharma pada Selasa (17/9) mengatakan akan menjual pembuat inhaler asma mereka Vectura Group ke Molex Asia Holdings. Nilai transaksinya sebesar 150 juta pound setara dengan US$ 198 juta.

Pembuat rokok Marlboro ini membeli Vectura pada bulan September 2021 sebagai bagian dari rencana untuk mengubah dirinya menjadi grup perawatan dan kebugaran yang lebih luas. Namun perubahan haluan bisnis tersebut terhambat oleh kritikan dari para kritikus.

Kala itu, PMI membayar 1,1 miliar pound untuk Vectura, bagian dari unit kesehatan dan kebugarannya. Sejak itu, perusahaan tersebut terus menderita kerugian sebesar US$ 680 juta dari unit tersebut dan membatalkan rencananya untuk meningkatkan pendapatan bersih US$ 1 miliar dari divisi tersebut pada tahun 2025.

Baca Juga: Philip Morris Investasikan US$232 Juta untuk Perluas Produksi ZYN di Pabrik Kentucky

Jacek Olczak CEO PMI dikutip Reuters mengatakan, tetap berkomitmen untuk mendorong inovasi dalam obat hirup, Phillips Medisize, yang dioperasikan oleh Molex, lebih cocok untuk memimpin Vectura.

"Pelepasan akan membebaskan Vectura dari beban yang tidak masuk akal akibat kendala eksternal dan kritik terkait kepemilikan kami," kata Olczak.

Kesepakatan ini akan berpotensi membayar biaya yang ditangguhkan hingga 148 juta pound.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×