kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

PM Inggris Keir Starmer Siap Hidupkan Kembali “Era Emas” Hubungan Bisnis dengan China


Rabu, 21 Januari 2026 / 20:05 WIB
PM Inggris Keir Starmer Siap Hidupkan Kembali “Era Emas” Hubungan Bisnis dengan China
ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dijadwalkan ke Beijing untuk menghidupkan kembali dialog bisnis. Ratusan CEO siap berpartisipasi, tapi akankah “era emas” terulang? (Dok/DW.com)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dijadwalkan melakukan kunjungan ke Beijing pekan depan dengan tujuan menghidupkan kembali dialog bisnis “era emas” antara Inggris dan China.

Hal ini terungkap dari tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut, yang menyebut bahwa eksekutif perusahaan terkemuka dari kedua negara diundang untuk berpartisipasi.

Beberapa perusahaan Inggris yang diperkirakan ikut serta dalam “UK-China CEO Council” yang diperbarui meliputi AstraZeneca, BP, HSBC, Intercontinental Hotels Group, Jaguar Land Rover, Rolls Royce, Schroders, dan Standard Chartered. Sumber-sumber tersebut terdiri dari pejabat dan pelaku bisnis dari Inggris maupun China.

Dulu, Dewan CEO ini dibentuk pada 2018 oleh Perdana Menteri saat itu, Theresa May, dan Perdana Menteri China Li Keqiang, pada periode yang disebut kedua pihak sebagai “era emas” hubungan bilateral.

Baca Juga: Inflasi Inggris Melonjak Melebihi Perkiraan, Tembus 3,4% pada Desember 2025

Sementara itu, sisi China diperkirakan akan diwakili oleh Bank of China, China Construction Bank, China Mobile, Industrial and Commercial Bank of China, China Railway Rolling Stock Corporation, China National Pharmaceutical Group, dan BYD, di antara perusahaan lainnya.

Lampu Hijau untuk Kunjungan Starmer

Negosiasi terkait kunjungan Starmer telah berlangsung cukup lama. Namun, perjalanan perdana menteri Inggris ini sangat bergantung pada persetujuan China untuk membangun kedutaan besarnya di London, yang baru saja mendapat lampu hijau pada Selasa lalu.

Dengan keputusan ini, pembicaraan resmi antara kedua pihak mulai berjalan secara serius.

Beberapa detail, termasuk nama resmi kelompok dalam bahasa Inggris, masih harus disepakati. Pemerintah Inggris dilaporkan enggan menyertakan kata “CEO” dalam nama resmi, sementara pihak China ingin tetap menggunakan terjemahan yang sama seperti 2018.

Jika pembicaraan berjalan lancar, Li Qiang, pejabat nomor dua China, diperkirakan akan menjadi perwakilan Beijing. Pemerintah Inggris dapat mengumumkan jadwal kunjungan Starmer secepat Jumat ini.

Namun, sejumlah pihak memperingatkan bahwa ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland dapat mempengaruhi jadwal kunjungan, dan beberapa elemen kunjungan masih dalam finalisasi.

Beberapa CEO perusahaan yang diundang juga dilaporkan belum memastikan kehadiran mereka.

Upaya Starmer Memperbaiki Hubungan dengan China

Jika terealisasi, kunjungan Starmer akan menjadi kunjungan perdana pemimpin Inggris ke China sejak 2018.

Pemerintahannya berupaya mereset hubungan dengan ekonomi terbesar kedua di dunia setelah pemerintah Konservatif sebelumnya menggeser posisi Inggris dari salah satu pendukung terkuat Beijing di Eropa menjadi salah satu pengkritik paling vokal.

Baca Juga: Inggris Kaji Larangan Media Sosial bagi Anak, Belajar dari Kebijakan Australia

Dalam pidatonya akhir tahun lalu, Starmer menuding pemerintah Konservatif sebelumnya melakukan “kelalaian tugas” karena membiarkan hubungan dengan Beijing memburuk, sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan pemimpin Jerman tetap rutin melakukan kunjungan ke China sejak 2018.

Hubungan dagang sempat memburuk setelah Inggris melarang Huawei memasok jaringan 5G pada 2020, dan pada 2022, parlemen Inggris mengambil alih saham China General Nuclear Power Corporation (CGN) di pembangkit nuklir yang dikembangkan EDF Prancis, menggunakan dana pembayar pajak.

CGN dan Huawei, yang sempat menjadi anggota Dewan CEO awal, diperkirakan tidak akan ikut dalam kelompok yang diperbarui karena sensitivitas politik terkait peran perusahaan China di infrastruktur kritis Inggris.

Dalam pertemuan pertamanya pada 2018, Li menekankan bahwa tujuan Dewan CEO adalah “mempercepat investasi dua arah dan memperluas perdagangan bilateral secara lebih sehat dan seimbang,” menurut catatan resmi China International Contractors Association, salah satu penyelenggara inisiatif tersebut.

Selanjutnya: PT Enero Perkuat Transisi Energi Lewat Bioethanol 99,9%

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Deras di Provinsi Ini, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/1)




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×