kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Starmer Dorong Dialog Tenang untuk Cegah Perang Dagang AS–Inggris Terkait Greenland


Senin, 19 Januari 2026 / 17:32 WIB
Starmer Dorong Dialog Tenang untuk Cegah Perang Dagang AS–Inggris Terkait Greenland
ILUSTRASI. BRITAIN-ELECTION/Keir Starmer ( REUTERS/Toby Melville)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - LONDON. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan pentingnya dialog yang tenang antarnegara sekutu guna meredakan ketegangan terkait Greenland, menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan mengenakan tarif perdagangan untuk menekan upaya pengambilalihan wilayah tersebut.

Dalam konferensi pers darurat pada Senin (19/1/2026), Starmer mengatakan perang dagang bukanlah kepentingan siapa pun dan berisiko melemahkan hubungan strategis yang selama ini menopang stabilitas dan kemakmuran Inggris.

Ia menekankan bahwa aliansi Inggris dan Amerika Serikat telah menjadi pilar keamanan selama beberapa dekade dan harus tetap dijaga.

Baca Juga: 3 Skenario Perang Dagang AS-China Versi Morgan Stanley: Dari Damai sampai Kacau Total

Starmer secara tegas menyatakan ancaman tarif Trump terhadap Inggris dan negara-negara Eropa adalah langkah yang keliru.

Menurutnya, masa depan Greenland sepenuhnya merupakan hak rakyat Greenland dan Denmark, bukan hasil tekanan ekonomi dari negara lain. Ia menambahkan bahwa Inggris akan bersikap pragmatis, namun tidak pasif, dalam menghadapi situasi tersebut.

“Perang tarif tidak menguntungkan siapa pun. Fokus saya adalah memastikan kita tidak sampai pada tahap itu,” kata Starmer. Meski demikian, ia menegaskan Inggris tidak akan mengesampingkan prinsip dan nilai yang selama ini dipegang.

Trump sebelumnya mengancam akan memberlakukan tarif terhadap delapan negara yang mengirimkan personel militer dalam jumlah terbatas ke Greenland pekan lalu.

Ancaman tersebut muncul seiring pernyataan Trump yang berulang kali menyebut keinginannya untuk mengambil alih pulau Arktik yang berada di bawah kedaulatan Denmark itu.

Baca Juga: Efek Perang Dagang AS–China: RI Kebanjiran Permintaan Pabrik Siap Pakai

Starmer mengungkapkan telah berbicara langsung dengan Trump pada Minggu (18/1).

Dalam pembicaraan tersebut, ia menjelaskan bahwa kehadiran pasukan asing di Greenland semata-mata bertujuan untuk menilai dan mengantisipasi risiko keamanan, khususnya terkait aktivitas Rusia. Ia berharap penjelasan itu memberikan kejelasan bagi Washington.

Sikap Inggris yang memilih tidak segera membalas ancaman tarif AS berbeda dengan Uni Eropa. Sejumlah pejabat UE diketahui tengah membahas opsi balasan, termasuk kemungkinan pengenaan tarif terhadap impor AS senilai 93 miliar euro.

Starmer memperingatkan bahwa eskalasi semacam itu dapat memicu “spiral penurunan” bagi Inggris, baik dari sisi perdagangan maupun kekuatan aliansi internasional. Ia menegaskan tidak menginginkan skenario tersebut terjadi.

Baca Juga: Begini Awal Mula Nexperia Terseret Panasnya Perang Dagang AS-Tiongkok

Ketika ditanya apakah ia menilai Trump benar-benar mempertimbangkan aksi militer di Greenland, Starmer menjawab tidak. Ia optimistis ketegangan ini dapat dan seharusnya diselesaikan melalui pembicaraan yang tenang dan konstruktif antarnegara sekutu. 

Selanjutnya: 10 Makanan yang Bagus Dikonsumsi untuk Menjaga Kesehatan Hati

Menarik Dibaca: 10 Makanan yang Bagus Dikonsumsi untuk Menjaga Kesehatan Hati




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×