kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

PM Korea Selatan Serukan Warganya Agar Tidak Panik, Kasus COVID-19 Tembus Rekor Baru


Kamis, 24 Februari 2022 / 06:26 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Korea Selatan pada Rabu (23/2/2022) meminta warganya untuk tidak panik terkait peningkatan besar dalam infeksi virus corona. REUTERS/Heo Ran


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Perdana Menteri Korea Selatan pada Rabu (23/2/2022) meminta warganya untuk tidak panik terkait peningkatan besar dalam infeksi virus corona. Imbauan tersebut dikeluarkan ketika kasus harian baru di Korsel melonjak melewati angka 170.000 untuk pertama kalinya.

Mengutip Reuters, Perdana Menteri Kim Boo-kyum mengatakan pada pertemuan tanggapan pandemi, kasus serius dan kematian berada pada tingkat yang dapat dikelola meskipun ada rekor kasus yang disebabkan oleh varian Omicron yang sangat menular.

"Meskipun kesadaran dan penerapan aturan anti-COVID kita tidak boleh dilonggarkan, tidak ada alasan sama sekali untuk takut atau panik tentang jumlah kasus baru seperti di masa lalu," katanya.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea mengatakan pada hari Rabu, Korea Selatan melaporkan 171.452 kasus virus corona baru untuk Selasa (22/2/2022), rekor harian baru dan meningkat tajam dari 99.573 sehari sebelumnya.

Baca Juga: Mulai Pulih, Tingkat Pengangguran Korea Selatan di Januari 2022 Turun

Selain itu, angka kematian akibat COVID-19 juga perlahan-lahan meningkat, mencapai rekor tertinggi yakni 99 pada hari Selasa. 

Akan tetapi, pihak berwenang Korea Selatan mengatakan data dunia nyata menunjukkan orang yang terinfeksi varian coronavirus Omicron 75% lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit serius atau meninggal daripada mereka yang tertular varian delta.

Sebuah studi oleh Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menunjukkan, dari sekitar 67.200 infeksi yang dikonfirmasi sejak Desember menunjukkan tingkat keparahan dan kematian varian Omicron rata-rata masing-masing 0,38% dan 0,18%, dibandingkan dengan 1,4% dan 0,7% untuk kasus Delta.

Baca Juga: Diduga Melebih-lebihkan Jarak Tempuh Produk Terbaru, Korsel Akan Beri Sanksi ke Tesla




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×