PM Korea Selatan Serukan Warganya Agar Tidak Panik, Kasus COVID-19 Tembus Rekor Baru

Kamis, 24 Februari 2022 | 06:26 WIB Sumber: Reuters
PM Korea Selatan Serukan Warganya Agar Tidak Panik, Kasus COVID-19 Tembus Rekor Baru

ILUSTRASI. Perdana Menteri Korea Selatan pada Rabu (23/2/2022) meminta warganya untuk tidak panik terkait peningkatan besar dalam infeksi virus corona. REUTERS/Heo Ran

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Perdana Menteri Korea Selatan pada Rabu (23/2/2022) meminta warganya untuk tidak panik terkait peningkatan besar dalam infeksi virus corona. Imbauan tersebut dikeluarkan ketika kasus harian baru di Korsel melonjak melewati angka 170.000 untuk pertama kalinya.

Mengutip Reuters, Perdana Menteri Kim Boo-kyum mengatakan pada pertemuan tanggapan pandemi, kasus serius dan kematian berada pada tingkat yang dapat dikelola meskipun ada rekor kasus yang disebabkan oleh varian Omicron yang sangat menular.

"Meskipun kesadaran dan penerapan aturan anti-COVID kita tidak boleh dilonggarkan, tidak ada alasan sama sekali untuk takut atau panik tentang jumlah kasus baru seperti di masa lalu," katanya.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea mengatakan pada hari Rabu, Korea Selatan melaporkan 171.452 kasus virus corona baru untuk Selasa (22/2/2022), rekor harian baru dan meningkat tajam dari 99.573 sehari sebelumnya.

Baca Juga: Mulai Pulih, Tingkat Pengangguran Korea Selatan di Januari 2022 Turun

Selain itu, angka kematian akibat COVID-19 juga perlahan-lahan meningkat, mencapai rekor tertinggi yakni 99 pada hari Selasa. 

Akan tetapi, pihak berwenang Korea Selatan mengatakan data dunia nyata menunjukkan orang yang terinfeksi varian coronavirus Omicron 75% lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit serius atau meninggal daripada mereka yang tertular varian delta.

Sebuah studi oleh Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menunjukkan, dari sekitar 67.200 infeksi yang dikonfirmasi sejak Desember menunjukkan tingkat keparahan dan kematian varian Omicron rata-rata masing-masing 0,38% dan 0,18%, dibandingkan dengan 1,4% dan 0,7% untuk kasus Delta.

Baca Juga: Diduga Melebih-lebihkan Jarak Tempuh Produk Terbaru, Korsel Akan Beri Sanksi ke Tesla

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru