kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

PM Malaysia bantah rumor ia ada di Singapura untuk perawatan medis


Kamis, 28 Mei 2020 / 21:02 WIB
PM Malaysia bantah rumor ia ada di Singapura untuk perawatan medis
ILUSTRASI. Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin mengumumkan daftar nama-nama menteri Kabinet Perikatan Nasional di Kantor Perdana Menteri Putrajaya, Senin (9/3/2020).

Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin membantah rumor ia berada di Singapura untuk menjalani perawatan medis.

"Saya ingin menyatakan, desas-desus itu sama sekali tidak benar. Untuk informasi semua orang, saya (di bawah) karantina di rumah saya di Bukit Damansara, Kuala Lumpur," kata Muhyiddin dalam posting di Facebook, Kamis (28/5), seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Rumor tentang Muhyiddin berada di Singapura untuk perawatan medis muncul di tengah desas-desus lain bahwa koalisi Perikatan Nasional, yang mengambil alih kekuasaan pada Maret, kehilangan kursi mayoritas di Parlemen karena koalisi Pakatan Harapan yang mereka gulingkan sekarang memiliki 130 anggota dewan.

Baca Juga: Politik Malaysia bergejolak, Mahathir dipecat dari Partai Bersatu

Muhyiddin berada di bawah karantina setelah menghadiri pertemuan sebelum Hari Raya Idul Fitri, di mana seorang pejabat yang ikut rapat positif terjangkit virus corona baru. Meski Muhyiddin dinyatakan negatif, ia disarankan untuk tetap berada di rumah untuk karantina selama dua minggu.

"Karena negara ini masih memerangi epidemi Covid-19, saya akan memastikan bahwa diskusi perencanaan strategi untuk memerangi Covid-19 harus dilanjutkan," katanya seraya menambahkan, ia telah melakukan konferensi video dengan Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob dan Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Noor Hisham Abdullah.

Baca Juga: Cegah kasus impor corona, Malaysia tingkatkan pemantauan perbatasan



TERBARU

[X]
×