kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

PM Malaysia yang baru janji berantas korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan


Senin, 02 Maret 2020 / 23:03 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin melambaikan tangan kepada wartawan sebelum pelantikannya sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-8, di luar kediamannya di Kuala Lumpur, Malaysia, 1 Maret 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Dalam satu minggu lika-liku politik setelah pengunduran diri Mahathir, Muhyiddin ditunjuk oleh Raja Malaysia sebagai kandidat yang paling mungkin untuk memenangkan suara mayoritas di Parlemen. Keputusan itu membuat Mahathir dan Anwar tersingkir.

Baca Juga: Bicara soal kejatuhannya, Mahathir: Semua gara-gara Muhyiddin dan Anwar Ibrahim

Muhyiddin mengatakan, dia tidak mencari jabatan Perdana Menteri. Yang dia inginkan sekarang adalah rekonsiliasi dan mendapat kesempatan untuk memimpin pemerintahan.

Masyakarat Malaysia kini menunggu untuk melihat dampak apa yang akan pemerintah baru miliki terhadap pengadilan para pejabat UMNO dalam megakorupsi 1MDB. Najib menghadapi 42 tuntutan pidana terkait kerugian di 1MDB dan entitas negara lainnya.

Muhyiddin menghadapi kemarahan dari para pendukung Pemerintahan Mahathir, di mana ia menjabat sebagai menteri dalam negeri. Beberapa menuduhnya memimpin kudeta dari dalam untuk membentuk pemerintah pintu belakang bersama musuh-musuh mereka.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×