kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Polisi beri izin, warga Hong Kong menggelar reli aksi massa damai


Minggu, 08 Desember 2019 / 10:24 WIB
Polisi beri izin, warga Hong Kong menggelar reli aksi massa damai
ILUSTRASI. Ujuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong, China, 28 November 2019. Warga Hong Kong bersiap menggelar rapat umum pada Minggu (8/12) untuk mengukur dukungan bagi aksi demonstrasi pro-demokrasi.

Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Warga Hong Kong bersiap menggelar rapat umum pada Minggu (8/12) yang diperkirakan untuk mengukur dukungan bagi aksi demonstrasi pro-demokrasi di kota yang dikuasai China tersebut.

Reuters melaporkan, polisi memberi lampu hijau kepada Front Hak Asasi Manusia Sipil (CHRF) yang merupakan penyelenggara pawai besar pawai yang berlangsung damai pada Juni 2019 lalu, untuk mengadakan rapat umum. Ini kaliĀ  pertama kelompok itu diberi izin untuk melakukan aksi protes sejak 18 Agustus 2019.

Aktivis akan berbaris dari Victoria Park di distrik perbelanjaan yang ramai di Causeway Bay ke Chater Road di dekat jantung pusat keuangan. Rute ini serupa yang dilakukan para demonstran, yang sebagian besar awalnya dengan damai tetapi kemudian menjadi kekerasan.

Baca Juga: Pendekatan anyar Komisaris Polisi Hong Kong yang baru terhadap pendemo

Protes meningkat pada bulan Juni 2019 dipicu RUU ekstradisi yang sekarang dibekukan. RUU itu yang akan memungkinkan orang Hong Kong untuk dikirim ke China daratan untuk diadili. Aksi protes kemudian menjelam menjadi seruan yang lebih luas untuk demokrasi.

Pemerintah Hong Kong dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (7/12) menyatakan mereka telah mempelajari dan dengan rendah hati akan mendengarkan dan menerima kritik.

Komisaris polisi Hong Kong yang baru Chris Tang seperti dikutip Reuters mengatakan pasukannya akan mengambil pendekatan yang fleksibel untuk demonstrasi, yakni dengan menggunakan pendekatan keras dan lunak.

Baca Juga: Diplomat top China ingatkan Pompeo agar AS berhenti mencampuri urusan domestik China

Bekas koloni Inggris itu diguncang oleh lebih dari 900 kali aksi demonstrasi, prosesi dan pertemuan publik sejak Juni 2019. Banyak yang kemudian berakhir dengan konfrontasi keras antara pengunjuk rasa dan polisi, yang kadang-kadang merespons dengan gas air mata dan peluru karet.


Tag


TERBARU

Close [X]
×