kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Polisi pukul mundur ribuan demonstran di India


Minggu, 11 Agustus 2019 / 19:30 WIB
Polisi pukul mundur ribuan demonstran di India
ILUSTRASI. Bendera India

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - KASHMIR. Puluhan ribu demonstran di Srinagar, India dipukul mundur oleh kepolisian setempat menggunakan gas air mata dan peluru karet. Unjuk rasa dilakukan demonstran menuntut dikembalikannya hak istimewa muslim di wilayah Jammu, dan Kashmir. Dua kota utama di Srinagar.

Tuntutan tersebut sejatinya telah berlangsung sejak 30 tahun berlakangan dan telah menelan 500.000 korban jiwa. Puncaknya terjadi minggu lalu, ketika Pemerintah India melarang Jammu dan Kashmir membentuk regulasi mandiri, serta tidak memperbolehkan orang dari luar Jammu dan Kashmir memiliki properti di kota tersebut.

Baca Juga: Demo anarkis kembali terjadi di Hong Kong pada akhir pekan ini

Sedangkan aksi unjuk rasa tersebut dimulai pada Jumat, (9/8). Reuters melaporkan saat melewati Jembatan Aiwa, polisi langsung melemparkan gas air mata dan menembak peluru karet ke arah dmeonstran. 

Tercatat setidaknya ada 30 korban luka atas serangan polisi kepada demonstran. Sementara para korban luka kemudian dievakuasi ke Shere-Kashmir Institute of Medical Sciences, serta dua rumah sakit di Soura.

“Mereka (polisi) menyerang kami dari dua arah jembatan. Beberapa perempuan dan anak kecil yang berada di tengah jembatan sampai harus melompat ke air,” kata seorang saksi mata mengutip Reuters.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan pemerintah akan segera membenahi kondisi di Jammu, dan Kashmir. Sementara Modi menjelaskan kebijakan terkait hak-hak muslim dikeluarkan guna meningkatkan investasi dan memperbanyak jumlah pekerjaan.

Partai Nasionalis Hindu yang mendukung Modi memang telah lama mengampanyekan untuk menghilangkan hak-hak muslim di dua kota tersebut. Niatnya untuk meredakan pertumbuhan muslim dan menyingkirkan halangan bagi perkembangan India.




TERBARU

Close [X]
×