kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS957.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Politik AS memanas, sederet korporasi besar stop beri donasi


Rabu, 13 Januari 2021 / 15:10 WIB
Politik AS memanas, sederet korporasi besar stop beri donasi
ILUSTRASI. Bunga-bunga diletakkan di pagar keamanan yang mengelilingi U.S. Capitol beberapa hari setelah pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerbu Capitol di Washington, Amerika Serikat, Senin (11/1/2021). REUTERS/Erin Scott


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Walmart Inc, peritel terbesar di dunia bersama Walt Disne bergabung dengan sejumlah perusahaan besar lainnya untuk menghentikan donasi kepada anggota parlemen yang menghambat pelantikan Presiden terpilih Joe Biden.

“Komite aksi politik menangguhkan tanpa batas waktu tertentu kontribusinya kepada anggota parlemen yang memberikan suara untuk menentang sertifikasi sah terhadap hasil pemilihan,” tulis Walmart dikutip Reuters, Rabu (13/1).

Sikap ini diambil para perusahaan besar di AS setelah penyerbuan oleh para pendukung Presiden Trump ke Gedung Capitol.

Baca Juga: Pelanggaran pertama tahun 2021, 4 kapal China masuk ke perairan Jepang

“Setelah aksi penyerbuan tersebut, anggota parlemen punya kans buat bersatu, kesempatan yang sangat disayangkan tak diambil mereka. Atas kejadian tersebut, kami memutuskan untuk tak memberikan kontribusi politik pada 2021 kepada mereka yang menolak pelantikan,” tulis Disney dalam keterangan terpisah. 

Beberapa perusahaan blue chip seperti AT&T, Amazon, Mastercard sebelumnya juga telah menyatakan sikap serupa. 

Adapun perusahaan seperti General Motors Co, JPMorgan Chase, Alphabet, dan Union Pacific bahkan telah membekukan semua donasi politiknya, tak cuma hanya kepada penolak Biden. 

Penarikan donasi dari para korporasi besar yang biasanya memberikan donasi kepada Partai Republik, dan Demokrat menunjukkan mereka kini tengah kembali menyusun strategi pascaaksi di Capitol.

Aksi tersebut dipicu oleh seruan Trump yang beberapa hari sebelum penyerbuan meminta para pendukungnya menggeruduk Capitol untuk membatalkan hasil pemilihan. Atas penyerbuan tersebut, lima orang tewas, termasuk seorang polisi. 

Baca Juga: Kini, giliran YouTube yang blokir kanal Donal Trump

Adapun pascaaksi, 147 anggota parlemen perwakilan Partai Republik memberikan suara untuk membatalkan keterpilihan Biden di Pennsylvania atau Arizona. Padahal dua hasil suara tersebut sudah disahkan oleh, dan komisi pemilihan telah menyatakan tak ada masalah atas pengesahan tersebut. 

Namun aksi para korporat tersebut memang belum dapat ditaksir apakah dapat berdampak signifikan dalam waktu dekat. Setelah gelaran pemilihan, aktivitas pendanaan politik memang terhitung sepi.

Selanjutnya: Makin panas, DPR AS desak Wapres Mike Pence untuk mulai menggulingkan Trump

 




TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×