kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Politik Malaysia memanas, begini kronologi Mahathir dikabarkan mengundurkan diri


Senin, 24 Februari 2020 / 13:45 WIB
Politik Malaysia memanas, begini kronologi Mahathir dikabarkan mengundurkan diri
ILUSTRASI. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. REUTERS/Willy Kurniawan

Sumber: The Star,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Dalam beberapa hari terakhir, situasi politik di Malaysia memanas. Politisi senior Malaysia Anwar Ibrahim akhirnya buka suara di tengah beredarnya kabar bahwa koalisi baru pemerintahan Malaysia akan segera diumumkan. 

“Saya jujur sangat kaget dengan dinamika politik yang sedang terjadi. Ini adalah pengkhianatan karena jelas sudah ada janji Mahathir akan menyerahkan kekuasaan ke saya,” tutur Anwar di kediamannya, Minggu malam (23/2/2020) dikutip oleh Malaysia Kini.

Dia merujuk kepada janji Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang akan menyerahkan kursi kepadanya setelah dua tahun menjabat.

Baca Juga: Sumber: PM Malaysia Mahathir kirim surat pengunduran diri ke Raja

Namun, Senin siang, beredar kabar yang mengejutkan. Yakni, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dikabarkan sudah mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada Raja. 

Berikut kronologinya, seperti yang dilansir The Star:

09.26: 

Anwar, bersama dengan Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail dan Lim Guan Eng, tiba di Kantor Perdana Menteri di Putra Perdana, untuk bertemu dengan Perdana Menteri Mahathir Mohamad. 

Baca Juga: Kaget dikhianati, ambisi Anwar Ibrahim jadi PM Malaysia kandas

09:45: 

Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad bercanda di sebuah acara bahwa ini mungkin acara terakhirnya sebagai menteri.

10:00: 

Selangor Mentri Besar Datuk Seri Amirudin Shari telah memanggil semua majelis negara bagian PKR untuk berkumpul di kediaman resminya. Dia diperkirakan akan melapor kepada Sultan Selangor setelah pertemuan selesai.

Baca Juga: Tekan efek virus corona, Malaysia siapkan paket stimulus

10.25: 

Anwar, Dr Wan Azizah dan Guan Eng meninggalkan Putra Perdana setelah mengetahui bahwa Mahathir tidak ada di kantor. Diyakini bahwa mereka menuju ke rumah Perdana Menteri di Pertambangan, Kuala Lumpur. 

10.30: 

Sekretaris Jenderal PKR Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail tidak hadir dalam acara yang seharusnya dia hadiri. Dia sebaliknya diwakili oleh sekretaris jenderal yang baru diangkat Datuk Hasnol Zam Zam Ahmad.

12.00: 

Beberapa pemimpin dan anggota parlemen PKR telah tiba di markas besar partai untuk pertemuan khusus, yang diharapkan akan dimulai pada siang hari. Anwar dan Dr Wan Azizah diprediksi akan menghadiri pertemuan ini. Para pemimpin utama DAP, termasuk Lim Kit Siang, juga berkumpul di markas DAP untuk pertemuan darurat.

12:45: 

Anwar dan Dr Wan Azizah Wan Ismail tiba di markas PKR untuk pertemuan khusus dengan para pemimpin partai. Anwar mengatakan kepada wartawan yang menunggu di luar bahwa dia puas dengan pertemuannya dengan Mahathir.

Baca Juga: Mahathir: Saya minta Trump mengundurkan diri demi menyelamatkan Amerika

13:40: 

Saifuddin Nassution diharapkan segera mengadakan konferensi pers dengan para pemimpin lainnya. Anwar tidak akan bergabung dengan konferensi pers karena ia akan bergegas ke Istana Negara untuk pertemuan pada pukul 2.30 siang di sana. 

13:45: 

Muncul laporan bahwa Mahathir telah mengirim surat pengunduran dirinya kepada Raja. 

Baca Juga: Mahathir Mohamad: Ekonomi Malaysia diperkirakan akan tumbuh 4,5% pada tahun 2020

Sebelumnya, Reuters memberitakan isu pengunduran diri Mahathir Mohammad. Kabar tersebut diungkapkan oleh dua orang sumber yang mengetahui langsung tentang masalah ini. Isu ini muncul di tengah pembicaraan pembentukan koalisi baru untuk memerintah Malaysia.

Mahathir, 94 tahun, menjabat pada Mei 2018 untuk kedua kalinya sebagai perdana menteri.

Baca Juga: Soal penyerahan jabatan Perdana Menteri, Mahathir: Janji adalah janji

Saat dikonfirmasi mengenai masalah ini, seorang juru bicara dari kantor perdana menteri Malaysia menolak berkomentar. Dia hanya mengatakan bahwa sebuah pernyataan akan segera dirilis hari ini.

Sumber Reuters menolak disebutkan namanya karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.



TERBARU

[X]
×