kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Powell: Tak ada alasan kenaikan upah dan lapangan kerja di AS tidak berlanjut


Kamis, 13 Februari 2020 / 05:50 WIB
Powell: Tak ada alasan kenaikan upah dan lapangan kerja di AS tidak berlanjut


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

Ekspor AS ke China juga tertekan, seperti halnya pariwisata China ke AS. Dampak ke pertumbuhan ekonomi AS juga akan dirasakan lewat jalur pasar keuangan.

Powell juga mencatat sejumlah bidang di mana kinerja ekonomi gagal, termasuk ketidaksetaraan kekayaan dan pendapatan dan partisipasi angkatan kerja yang meski meningkat tetapi lebih rendah dari negara maju lainnya.

Kekhawatiran lainnya adalah tentang kenaikan utang AS.

Baca Juga: Wall Street stabil, investor masih mencermati risiko wabah virus corona

Menurut Powell, masalah terbesar anggaran Federal adalah belanja kesehatan yang menyumbang sekitar 17% dari PDB, lebih dari kebanyakan negara maju lainnya yang hanya sekitar 11% dari PDB.

Defisit federal tahun ini diperkirakan sekitar US$ 1 trliun.

Jika rasio utang terhadap PDB terus tumbuh dengan cepat, "Artinya 20 tahun dari sekarang, anak-anak kita akan membelanjakan pajaknya untuk membayar utang, bukan untuk hal-hal yang benar-benar mereka butuhkan." 




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×