kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.723   -21,00   -0,12%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Prancis meradang, Sanofi prioritaskan vaksin corona untuk AS


Kamis, 14 Mei 2020 / 17:45 WIB
ILUSTRASI. Logo produsen obat-obatan Sanofi terlihat di depan kantor pusat mereka di Paris, Prancis, 30 Oktober 2014.


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - PARIS. Prancis meradang, setelah raksasa farmasi Sanofi akan melakukan pengiriman pertama setiap vaksin virus corona baru buatannya untuk Amerika Serikat (AS).

Pemerintah Prancis mengatakan, langkah sanofi itu "tidak bisa diterima" dalam krisis wabah virus corona yang telah menewaskan hampir 300.000 orang di seluruh dunia.

CEO Sanofi Paul Hudson pada Rabu (13/5) menyebutkan, AS akan mendapatkan prioritas pertama karena pemerintahnya membantu mendanai penelitian vaksin perusahaannya.

Baca Juga: Peringatan FBI: Peretas berafiliasi Pemerintah China berusaha curi data vaksin corona

"Pemerintah AS memiliki hak atas pemesanan di muka terbesar karena telah berinvestasi untuk mengambil risiko," kata Hudson kepada Bloomberg News seperti dikutip Channelnewsasia.com.

"Begitulah, karena mereka telah berinvestasi untuk mencoba dan melindungi populasi mereka, untuk memulai kembali ekonomi mereka," ujarnya. "Saya telah berkampanye di Eropa untuk mengatakan, AS akan mendapatkan vaksin terlebih dahulu".

Pernyataan Hudson mengundang kemarahan para pejabat dan pakar kesehatan Prancis, lantaran Sanofi yang bermarkas di Paris telah memperoleh manfaat puluhan juta euro dalam kredit penelitian dari Prancis dalam beberapa tahun terakhir.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×