kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.892   45,00   0,25%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Prancis meradang, Sanofi prioritaskan vaksin corona untuk AS


Kamis, 14 Mei 2020 / 17:45 WIB
ILUSTRASI. Logo produsen obat-obatan Sanofi terlihat di depan kantor pusat mereka di Paris, Prancis, 30 Oktober 2014.


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - PARIS. Prancis meradang, setelah raksasa farmasi Sanofi akan melakukan pengiriman pertama setiap vaksin virus corona baru buatannya untuk Amerika Serikat (AS).

Pemerintah Prancis mengatakan, langkah sanofi itu "tidak bisa diterima" dalam krisis wabah virus corona yang telah menewaskan hampir 300.000 orang di seluruh dunia.

CEO Sanofi Paul Hudson pada Rabu (13/5) menyebutkan, AS akan mendapatkan prioritas pertama karena pemerintahnya membantu mendanai penelitian vaksin perusahaannya.

Baca Juga: Peringatan FBI: Peretas berafiliasi Pemerintah China berusaha curi data vaksin corona

"Pemerintah AS memiliki hak atas pemesanan di muka terbesar karena telah berinvestasi untuk mengambil risiko," kata Hudson kepada Bloomberg News seperti dikutip Channelnewsasia.com.

"Begitulah, karena mereka telah berinvestasi untuk mencoba dan melindungi populasi mereka, untuk memulai kembali ekonomi mereka," ujarnya. "Saya telah berkampanye di Eropa untuk mengatakan, AS akan mendapatkan vaksin terlebih dahulu".

Pernyataan Hudson mengundang kemarahan para pejabat dan pakar kesehatan Prancis, lantaran Sanofi yang bermarkas di Paris telah memperoleh manfaat puluhan juta euro dalam kredit penelitian dari Prancis dalam beberapa tahun terakhir.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×