kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Prancis Sita Kapal Tanker Tagor Milik Rusia, Begini Reaksi Moskow


Senin, 01 Juni 2026 / 16:53 WIB
Prancis Sita Kapal Tanker Tagor Milik Rusia, Begini Reaksi Moskow
Kapal tanker minyak Advantage Sweet berbendera Kepulauan Marshall (REUTERS/Yoruk Isik)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Ketegangan baru muncul antara Rusia dan Prancis setelah Angkatan Laut Prancis menghentikan dan mengalihkan sebuah kapal tanker minyak yang diduga terkait dengan jaringan pengiriman minyak Rusia yang terkena sanksi internasional.

Kremlin pada Senin (1/6/2026) mengecam tindakan Prancis terhadap tanker minyak Tagor dan menyebut langkah tersebut ilegal serta mendekati tindakan pembajakan. 

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan Moskow akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanan pengiriman kargo Rusia menyusul insiden tersebut.

Perselisihan bermula setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan bahwa Angkatan Laut Prancis pada Minggu (31/5) menaiki sebuah kapal tanker yang berlayar dari Rusia dan diduga melanggar ketentuan sanksi internasional. 

Baca Juga: AS Sita Kapal Tanker Rusia, Moskow Murka dan Peringatkan Eskalasi Konflik

Operasi dilakukan di Samudra Atlantik, di perairan internasional, dengan dukungan sejumlah negara mitra termasuk Inggris.

Menurut Macron, tindakan tersebut dilakukan sesuai hukum laut internasional. Ia menegaskan kapal-kapal yang berupaya menghindari sanksi, melanggar hukum laut, serta membantu pendanaan perang Rusia di Ukraina tidak dapat dibiarkan beroperasi bebas.

Otoritas Maritim Atlantik Prancis menjelaskan kapal tersebut dihentikan lebih dari 400 mil laut atau sekitar 740 kilometer di sebelah barat Brittany setelah berlayar dari Murmansk, Rusia. 

Pemeriksaan dilakukan karena kapal dicurigai menggunakan bendera negara yang tidak sesuai atau false flag untuk menyamarkan identitasnya.

Setelah tim inspeksi naik ke kapal dan memeriksa dokumen, otoritas Prancis menyatakan kecurigaan tersebut terbukti. Atas dasar itu dan sesuai permintaan jaksa, kapal kemudian dialihkan untuk proses lebih lanjut.

Meski tidak menyebut nama kapal dalam pernyataan resminya, Macron mengidentifikasi kapal tersebut sebagai *Tagor*.

Baca Juga: Prancis Cegat Kapal Tanker Minyak Terkait Rusia di Samudra Atlantik, Apa Alasannya?

Insiden ini terjadi di tengah upaya Prancis dan Inggris memperketat pengawasan terhadap armada bayangan (shadow fleet) Rusia, yakni jaringan kapal yang diduga digunakan untuk mengangkut minyak Rusia guna menghindari sanksi Barat. 

Pada Maret lalu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bahkan memberikan kewenangan kepada militer Inggris untuk menaiki kapal-kapal yang dicurigai terkait armada tersebut.

Namun, data pelayaran menunjukkan puluhan kapal yang telah dikenai sanksi dan diduga berafiliasi dengan Rusia masih terus melintasi perairan Inggris hingga saat ini.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×