Presiden AS Joe Biden Terkena Rebound Covid-19, Bagaimana Kondisinya?

Senin, 01 Agustus 2022 | 07:04 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Presiden AS Joe Biden Terkena Rebound Covid-19, Bagaimana Kondisinya?

ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden masih melakukan isolasi di Gedung Putih pada hari Minggu (31/7/2022) setelah dites positif untuk kasus rebound Covid-19 Sabtu pagi. REUTERS/Kevin Lamarque


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Joe Biden masih melakukan isolasi di Gedung Putih pada hari Minggu (31/7/2022) setelah dites positif untuk kasus rebound Covid-19 Sabtu pagi. 

Melansir CNN, hal itu diutarakan oleh dokter Gedung Putih Kevin O'Connor dalam sebuah surat pada hari Minggu yang dirilis oleh Gedung Putih. 

Dalam surat tersebut diketahui, Presiden merasa sehat, tetapi, tes antigen SARS-CoV-2-nya tetap positif.

"Biden, yang keluar dari isolasi awal pekan lalu setelah dites negatif pada tes antigen cepat mulai Selasa, akan terus melakukan melakukan pekerjaannya dari Executive Residence," tulis O'Connor.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan hari Minggu bahwa Biden, 79, memiliki enam kontak dekat sebelum tes positif sehari sebelumnya yang mengirimnya kembali ke isolasi. Tak satu pun dari kontak itu sejak itu dinyatakan positif, kata pejabat itu.

Hari Minggu dianggap sebagai "hari pertama" Biden dinyatakan positif Covid-19 dalam periode isolasi terakhir Presiden.

Saat Biden pertama kali dinyatakan positif pada 21 Juli, ada 17 orang yang dianggap kontak dekat. Tidak ada yang akhirnya dites positif.

Karena khawatir atas infeksi yang kembali terjadi, para pejabat telah bekerja minggu lalu untuk membatasi paparan Biden kepada orang lain, termasuk membuat tidak mengadakan acara-acara yang melibatkan kedekatan secara sosial.

Sebagai tanda bahwa dia berkomitmen untuk bekerja meskipun dites positif lagi, Biden pada hari Sabtu melakukan FaceTimed dengan sekelompok demonstran yang melakukan aksi unjuk rasa di Capitol Hill.

Menurut dokternya, selama pertarungan pertama Biden dengan penyakit itu, ia mengalami gejala ringan, termasuk pilek, kelelahan, suhu badan tinggi dan batuk. 
Presiden menyelesaikan pengobatan lima hari dengan Paxlovid, yang memerlukan resep dokter dan tersedia melalui otorisasi penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk pengobatan Covid-19 ringan hingga sedang pada orang berusia 12 tahun ke atas.

Mengutip AP, penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil dari mereka yang diresepkan Paxlovid mengalami kasus rebound virus. Fakta bahwa rebound daripada infeksi ulang mungkin terjadi adalah tanda positif bagi kesehatan Biden begitu dia bersih dari penyakit.

“Fakta bahwa presiden telah sembuh dari penyakitnya dan tidak memiliki gejala adalah pertanda baik dan membuatnya kecil kemungkinannya untuk mengembangkan long Covid,” kata Dr. Albert Ho, spesialis penyakit menular di sekolah kesehatan masyarakat Universitas Yale.

Mengutip CNN, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengeluarkan peringatan kesehatan kepada dokter pada 24 Mei yang menyarankan bahwa gejala Covid-19 terkadang kembali, dan mungkin begitulah cara infeksi terjadi pada beberapa orang, terlepas dari apakah mereka divaksinasi atau dirawat dengan obat-obatan seperti Paxlovid. 

CDC mengatakan bahwa sebagian besar kasus rebound melibatkan penyakit ringan dan tidak ada laporan penyakit serius.

Biden divaksinasi lengkap dan menerima dua suntikan booster. Dia menerima dua dosis pertama vaksin Pfizer/BioNTech Covid-19 menjelang pelantikannya pada Januari 2021. Suntikan booster pertamanya pada bulan September dan vaksinasi booster kedua pada bulan Maret.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru