kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mundur mendadak dari jabatannya


Selasa, 08 Januari 2019 / 07:38 WIB
Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mundur mendadak dari jabatannya

Sumber: Reuters | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (7/1), lebih dari tiga tahun sebelum periode jabatan berakhir pada 2022 mendatang. Selama ini, Kim menghadapi perbedaan dengan pemerintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal perubahan iklim dan kebutuhan akan sumber daya pembangunan yang lebih banyak.

Kim yang ditunjuk dua kali oleh Presiden Barack Obama untuk periode lima tahun, terus mendorong pendanaan untuk proyek energi hijau. Kim pun mengurangi dukungan bagi investasi tenaga batubara. Bulan lalu, Bank Dunia menggandakan investasi untuk memerangi perubahan iklim menjadi US$ 200 miliar dalam lima tahun ke depan.


Hal ini berkebalikan dengan upaya Trump yang menghidupkan kembali sektor batubara sebagai sektor prioritas.

Dalam surat elektronik kepada karyawan Bank Dunia, Kim menyebutkan bahwa dia akan meninggalkan Bank Dunia untuk bergabung ke perusahaan sektor swasta yang fokus pada investasi infrastruktur di negara berkembang. "Peluang untuk bergabung ke sektor swasta ini tidak terduga, tapi saya telah menyimpulkan bahwa langkah ini akan membawa saya bisa membuat dampak terbesar pada isu global utama seperti perubahan iklim dan defisit infrastruktur di pasar negara berkembang," ungkap Kim seperti dikutip Reuters.

Kim juga akan bergabung kembali dengan Partners in Health, kelompok advokasi kesehatan yang dia dirikan bersama beberapa kolega 30 tahun lalu.

Kristalina Georgieva yang tahun 2017 menjabat chief executive officer Bank Dunia akan mengisi posisi presiden interim selepas kepergian Kim. Dua orang yang dekat dengan Kim mengatakan bahwa presiden Bank Dunia ini mundur karena keinginan sendiri dan tidak didorong oleh pemerintahan Trump.

Trump akan memiliki pengaruh kuat dalam menentukan pengganti Kim, karena AS memiliki suara mayoritas pada hak pemungutan suara Bank Dunia. Presiden Bank Dunia biasanya adalah warga AS yang dipilih oleh pemerintahan Paman Sam. Tapi, beberapa negara dari 189 negara anggota lembaga keuangan global ini ini bisa menghadirkan kandidat alternatif.

Mark Sobel, mantan direktur eksekutif AS untuk Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mengatakan bahwa ada peluang besar munculnya tantangan dari negara emerging market seperti Brasil atau China. "Dunia saat ini curiga dengan pemerintahan Trump, yang memiliki agenda berbeda dengan Bank Dunia. Jika AS mencalonkan seseorang dari garis keras, ini akan menimbulkan reaksi dan antipati," kata dia.



TERBARU

[X]
×