Presiden Ukraina Zelensky Mengalami Kecelakaan Mobil di Kyiv

Kamis, 15 September 2022 | 09:30 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Presiden Ukraina Zelensky Mengalami Kecelakaan Mobil di Kyiv

ILUSTRASI. Menurut juru bicaranya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terlibat dalam kecelakaan mobil.


KONTAN.CO.ID - KYIV. Menurut juru bicaranya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terlibat dalam kecelakaan mobil.

Melansir BBC, dalam sebuah pernyataan singkat, Sergii Nykyforov mengatakan sebuah mobil penumpang bertabrakan dengan kendaraan kepresidenan dan pengawalnya di ibukota Kyiv.

"Presiden diperiksa oleh dokter, tidak ditemukan luka serius," katanya.

Pengemudi mobil yang bertabrakan dengan iring-iringan itu dirawat di tempat kejadian dan dibawa pergi dengan ambulans.

Nykyforov mengatakan semua keadaan kecelakaan lalu lintas sedang diselidiki oleh petugas penegak hukum. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Kecelakaan mobil terjadi setelah Presiden Zelensky, 44 tahun, mengunjungi kota Izyum yang direbut kembali, pusat logistik utama di timur laut Ukraina, pada hari Rabu.

Mengutip NDTV, dalam pidatonya yang disiarkan televisi setiap malam, video yang diposting tak lama setelah kecelakaan itu, Zelensky mengatakan dia baru saja kembali dari daerah sekitar Kharkiv.

Dia menambahkan bahwa "hampir seluruh wilayah tidak diduduki" setelah serangan balasan kilat untuk mengusir pasukan Rusia.

"Itu adalah gerakan tentara kami yang belum pernah terjadi sebelumnya -- Ukraina sekali lagi berhasil melakukan apa yang menurut banyak orang tidak mungkin," kata Zelensky.

Perang di Ukraina memasuki fase yang menentukan, dengan pasukan Kyiv mengusir pasukan Rusia dari petak-petak di timur, tampaknya secara serius menantang ambisi Kremlin untuk merebut seluruh wilayah Donbas.

Dia berterima kasih kepada pasukan yang mengambil bagian dalam serangan balik cepat terhadap penjajah Rusia, dan mengawasi upacara pengibaran bendera.

Dalam beberapa hari terakhir, tentara Ukraina telah merebut kembali sebagian besar wilayah yang diduduki, memaksa pasukan Rusia untuk mundur.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru