kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Presiden Xi Jinping Sebut China dan India Sebagai Tetangga, Sahabat, dan Mitra


Senin, 26 Januari 2026 / 10:29 WIB
Presiden Xi Jinping Sebut China dan India Sebagai Tetangga, Sahabat, dan Mitra
ILUSTRASI. Xi Jinping (KONTAN/MFA China)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Presiden China Xi Jinping menyatakan bahwa hubungan antara China dan India adalah tetangga yang baik, sahabat, dan mitra,saat menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden India Droupadi Murmu dalam peringatan Hari Republik India, menurut laporan resmi Xinhua pada Senin (26/1/2026).

Xi mengatakan, sepanjang tahun lalu, hubungan China-India terus membaik dan berkembang, yang memiliki makna besar dalam menjaga dan mendorong perdamaian serta kemakmuran dunia, seperti dikutip Xinhua.

Presiden China menegaskan, menjadi tetangga yang baik, sahabat, dan mitra adalah pilihan yang tepat bagi kedua negara. 

Baca Juga: Xi Jinping Optimistis China Tembus Pertumbuhan 5% di 2025, Ini Tantangan Besarnya

Xi menggambarkan hubungan kedua negara sebagai naga dan gajah menari bersama, dan berharap kedua pihak dapat memperluas pertukaran, meningkatkan kerja sama, serta menangani kekhawatiran masing-masing untuk mendorong hubungan yang sehat dan stabil.

China dan India, sebagai negara tetangga di Asia dengan senjata nuklir, memiliki perbatasan sepanjang 3.800 km yang sebagian besar belum ditandai dengan jelas dan telah menjadi sengketa sejak 1950-an. 

Hubungan kedua negara sempat tegang setelah bentrokan pada 2020, yang menewaskan 20 tentara India dan empat tentara China dalam pertempuran jarak dekat, sehingga perbatasan Himalaya dijaga ketat oleh kedua pihak.

Baca Juga: Xi Jinping Janjikan Era Kemakmuran: Ekonomi China Tembus Rp300 Ribu Triliun

Hubungan mulai membaik pada tahun lalu melalui serangkaian kunjungan bilateral tingkat tinggi. 

Penerbangan langsung antara kedua negara kembali dibuka pada 2025, bersamaan dengan meningkatnya arus perdagangan dan investasi, terutama di tengah kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang lebih konfrontatif.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×