kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Produsen Labubu Pop Mart Perluas Rantai Pasok Global, Bangun Produksi di Indonesia


Selasa, 06 Januari 2026 / 18:04 WIB
Produsen Labubu Pop Mart Perluas Rantai Pasok Global, Bangun Produksi di Indonesia
ILUSTRASI. China: Pop Mart Labubu Popular (CFOTO/Sipa USA via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID. Produsen mainan asal China Pop Mart memperluas jaringan rantai pasok globalnya dengan menambah fasilitas manufaktur di Meksiko, Kamboja, dan Indonesia.

Langkah ini dilakukan untuk mengimbangi lonjakan permintaan global terhadap produk-produknya.

Pop Mart, yang dikenal luas lewat boneka ikonik bergigi khas bernama Labubu, tidak memiliki pabrik sendiri.

Baca Juga: Presiden Korsel Lee Jae Myung Berswafoto dengan Xi Jinping Menggunakan Ponsel Xiaomi

Perusahaan ini mengandalkan mitra manufaktur lokal di berbagai negara.

Manajemen menyebut jaringan produksi berbasis mitra tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas akses global terhadap produk baru, meski tanpa merinci kapasitas tambahan yang disiapkan.

“Ini merupakan langkah strategis untuk memperluas dan memperkuat rantai pasok kami, guna meningkatkan ketahanan, efisiensi, serta kualitas layanan kepada pelanggan,” kata Pop Mart dalam pernyataan resmi pada Senin (6/1).

Sebelumnya, basis produksi Pop Mart hanya berlokasi di China dan Vietnam.

Ekspansi terbaru ini menyusul kesuksesan besar Labubu sepanjang 2025, yang mendorong permintaan koleksi blind box Pop Mart di berbagai pasar, mulai dari China dan Jepang hingga Amerika Serikat dan Asia Tenggara.

Baca Juga: Chelsea Percayakan Kursi Pelatih ke Liam Rosenior hingga 2032

Pop Mart juga tengah agresif memperluas bisnisnya di Amerika Serikat. Perusahaan menargetkan penambahan puluhan gerai baru tahun ini, di luar sekitar 60 toko yang telah beroperasi.

Pop Mart kini dipandang sebagai salah satu contoh langka merek konsumen asal China yang berhasil menembus pasar global.

Pada Agustus lalu, Pop Mart mengungkapkan bahwa perusahaan tengah meningkatkan kapasitas produksi, dengan output mainan plush mencapai sekitar 30 juta unit per bulan, melonjak lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan tahun 2024.

Namun demikian, saham Pop Mart yang diperdagangkan di Bursa Hong Kong ditutup melemah di level HK$199,50 pada Selasa (6/1).

Posisi ini turun sekitar 40% dari puncak harga pada Agustus lalu, seiring kekhawatiran investor mengenai keberlanjutan tren popularitas Labubu.

Selanjutnya: Banyak Pakar Nyinyir Soal MBG, Presiden Prabowo: Kita Buktikan Program Berhasil

Menarik Dibaca: Hujan Pagi Lanjut Sore Hari, Cek Prakiraan BMKG Cuaca Besok (7/1) di Jakarta




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×