kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.959   22,56   0,25%
  • KOMPAS100 1.236   6,44   0,52%
  • LQ45 871   3,11   0,36%
  • ISSI 326   2,06   0,64%
  • IDX30 442   2,74   0,62%
  • IDXHIDIV20 521   4,32   0,84%
  • IDX80 138   0,77   0,56%
  • IDXV30 145   1,30   0,90%
  • IDXQ30 142   1,11   0,79%

Produsen Susu China Pelaku Skandal Melamin Dinyatakan Bangkrut


Kamis, 12 Februari 2009 / 14:31 WIB
Produsen Susu China Pelaku Skandal Melamin Dinyatakan Bangkrut


Sumber: AP, msnbc | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BEIJING. Sejumlah media China hari ini melaporkan, para produsen susu di Negeri panda yang tersangkut kasus skandal melamin dinyatakan bangkrut. Sekadar mengingatkan, skandal tersebut menyebabkan ribuan bayi sakit ginjal dan enam bayi lainnya tewas.

Menurut Kantor Berita Xinhua dan sejumlah media televisi, Sanlu Group Corp dinyatakan bangkrut oleh pengadilan Shijiazhuang di provinsi Hebei.

Sayang, semua media tidak dijelaskan lebih jauh mengenai kebangkrutan tersebut.

Sebelumnya, pada Desember lalu, salah satu pemilik Sanlu, Fonterra Group asal Selandia Baru mengatakan imbauan untuk bangkrut sudah dilontarkan oleh para kreditor melalui petisi terhadap Sanlu. Fonterra saat ini mengempit sekitar 43% saham Sanlu.

Munculnya skandal susu terkontaminasi ini mendorong seruan kepada Pemerintah China untuk memperbaiki industri susu di Negeri Panda itu. Banyak pihak yang mendesak agar China memperbaiki industrinya dan mengutamakan keselamatan konsumen.

Terjadinya skandal ini menggarisbawahi penyebaran penggunaan melamin dalam produk makanan. Kandungan ini dipercaya dapat meningkatkan kadar protein dalam produk susu. Asal tahu saja, melamin memang kaya akan nitrogen yang dapat diklaim sebagai protein dalam beragam tes rutin. Tim investigasi di China juga menemukan kandungan ini ditambahkan ke makanan binatang piaraan.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×