kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Proses vaksinasi Covid-19 dimulai, penantian Bangladesh berakhir


Senin, 08 Februari 2021 / 05:41 WIB
Proses vaksinasi Covid-19 dimulai, penantian Bangladesh berakhir
ILUSTRASI. Bangladesh akhirnya meluncurkan program vaksinasi Covid-19 nasional dengan vaksin Oxford University-AstraZeneca. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - DHAKA. Bangladesh akhirnya meluncurkan program vaksinasi Covid-19 nasional dengan vaksin Oxford University-AstraZeneca pada hari Minggu (7/2/2021). Program ini menargetkan untuk menginokulasi 3,5 juta orang pada bulan pertama.

Melansir Reuters, negara Asia Selatan ini sedang berusaha untuk menginokulasi 80% dari populasi sekitar 170 juta, dengan setiap orang mendapatkan dua dosis yang diberikan dalam waktu empat minggu.

Namun, pemerintah telah memangkas hampir separuh dari targetnya untuk bulan pertama dari 6 juta orang karena hanya sedikit di atas 328.000 orang yang telah mendaftar untuk vaksin pada hari Sabtu.

Bangladesh telah menerima 5 juta dari 30 juta dosis vaksin COVISHIELD yang telah dipesan dari Serum Institute of India. Perusahaan ini merupakan produsen vaksin terbesar di dunia dan membuat vaksin AstraZeneca. Negara tersebut juga telah menerima 2 juta dosis COVISHIELD sebagai hadiah dari India.

Baca Juga: Tahap pertama, COVAX akan distribusi 337 juta vaksin secara global

Menteri Kesehatan Zahid Maleque menyebut COVISHIELD sebagai "vaksin terbaik dan teraman".

“Penantian sudah berakhir. Hari ini adalah hari bersejarah bagi kami setelah tahun yang sulit,” kata Maleque kepada Reuters. “Saya mendapat suntikan vaksin hari ini. Saya merasa baik. Setiap orang harus mendapatkan vaksinnya,” katanya seperti yang dikutip Reuters.

Dia menambahkan, 567 petugas kesehatan garis depan virus corona, yang divaksinasi minggu lalu sebelum peluncuran program vaksin, tidak mengalami kesulitan atau efek samping.

Baca Juga: Inilah 6 vaksin corona yang digunakan di Indonesia

"Saya mengimbau masyarakat untuk tidak mengindahkan rumor dan mengambil vaksin," kata menteri.

Bangladesh secara resmi telah melaporkan 538.062 kasus dengan 8.205 kematian. Tingkat infeksi harian telah menurun tajam sejak puncaknya pada Juli.

Menurut Menteri Kesehatan, Bangladesh akan mendapatkan 68 juta dosis vaksin dari aliansi vaksin GAVI, yang mengacu pada kemitraan kesehatan global yang dibentuk untuk meningkatkan akses imunisasi di negara-negara miskin.

 

Selanjutnya: Korut bakal dapat hampir 2 juta vaksin Covid-19 dari program COVAX

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×