Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – SYDNEY. Maskapai asal Australia, Qantas Airways, melihat permintaan penerbangan rute Australia-Amerika Serikat (AS) kembali pulih, baik untuk perjalanan dari Australia ke AS maupun sebaliknya.
Mengutip Reuters, Kamis (27/8/2026), CEO Qantas International and Freight Cam Wallace mengatakan, maskapai masih memiliki kapasitas yang cukup untuk mengakomodasi peningkatan permintaan tersebut.
Baca Juga: Deputi Gubernur BOJ Dorong Kenaikan Suku Bunga Secara Tepat Waktu
"Kami sangat senang dengan kinerja rute Australia-AS dalam enam bulan terakhir," ujar Wallace kepada analis.
Pemulihan permintaan tersebut menjadi kabar positif bagi Qantas setelah kinerja internasional perseroan melemah pada paruh pertama tahun buku yang berakhir 30 Juni 2026.
Sebelumnya, pelemahan dolar Australia membuat biaya perjalanan ke AS menjadi lebih mahal bagi konsumen domestik Australia. Kondisi tersebut turut menekan permintaan penerbangan internasional Qantas.
Sebagai respons, Qantas sempat mengalihkan sebagian kapasitas penerbangannya ke sejumlah destinasi lain, termasuk Singapura dan Eropa.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Tiga Hari Beruntun, Saham Teknologi Terdongkrak Kinerja Nvidia
Dengan kembali pulihnya permintaan pada rute Australia-AS, Qantas kini memiliki ruang untuk memanfaatkan kapasitas yang tersedia guna memenuhi peningkatan jumlah penumpang di kedua arah penerbangan tersebut.














