kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Racun alami sebabkan kematian ratusan Gajah Afrika di Botswana


Kamis, 06 Agustus 2020 / 10:38 WIB
ILUSTRASI. Racun alami sebabkan kematian ratusan Gajah Afrika di Botswana


Penulis: Arif Budianto

KONTAN.CO.ID BOTSWANA- Bulan lalu sempat beredar kabar bahwa ada ratusan gajah Afrika mati secara misterius. Lebih tepatnya, gajah Afrika yang terletak di wilayah Botswana mati secara misterius.

Gajah Afrika terkenal memiliki populasi yang begitu besar di wilayah Afrika Selatan. Sayangnya populasi yang besar ini tiba-tiba dihebohkan dengan kematian ratusan binatang yang gadingnya menjadi perburuan.

Kematian misterius bukanlah karena perburuan liar atau semacamnya. Mengingat, kondisi gading gajah masih utuh. 

Baca Juga: Sinar kosmik indah di luar angkasa tertangkap teleskop dengan bentuk mirip kupu kupu

Pun demikian bukan juga karena penyakin Antraks. Pihak pemerintah setempat pun mengesampingkan kemungkinan tersebut. Yang menjadi perhatian mereka kini bagaimana bisa ratusan gajah mati secara misterius ?

Mengutip dari Sciencealert, bos Departemen Satwa Liar dan Taman Nasional Botswana, Cyril Taolo mengungkapkan kepada AFP melalui interview lewat telepon.

"Berdasarkan beberapa hasil yang kami terima, racun alami yang muncul sebagai penyebab potensial kematian ratusan gajah Afrika ini," katanya.

"Saat ini kami belum membuat kesimpulan terkait kematian ini," tambahnya.

Taolo juga menjelaskan bahwa kemungkinan racun secara alami dapat terbentuk oleh bakteri yang menggenang di air.

Sejauh ini, pemerintah setempat menetapkan bahwa 281 gajah Afrika telah mati, namun data lain yang bersumber dari ahli konservasi independen menyebutkan, jumlahnya lebih dari 300.

Elepanth WIthout Border (EWB) menduga gajah Afrika di daerah tersebut telah mati selama tiga bulan. Lembaga konservasi satwa liar ini juga menambahkan kematian tidak terbatas pada jenis kelamin atau usia.

Untuk saat ini beberapa gajah Afrika yang masih hidup tampak lemah, lesu dan kurus. Beberapa di antaranya juga mengalami disorientasi atau kehilangan kesadaran serta sulit berjalan, kata EWB.

Pengujian lebih lanjut masih dilakukan di laboratirium spesialis di Afrika Selatan, Kanada, Zimbabwe dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Meski dimakan katak, kumbang air Jepang ini masih hidup, kok bisa ya?




TERBARU

[X]
×