kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Rapuh, perbankan Eropa didesak tambal modal ekstra


Jumat, 09 Desember 2011 / 10:21 WIB
ILUSTRASI. Saham ini diborong asing kemarin, apakah hari ini Selasa (12/1) masih layak dibeli. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.


Reporter: Dyah Megasari, BBC |

BRUSSELS. European Banking Authority (EBA) memberi lampu kuning bagi 13 bank terbesar di Jerman untuk menjaga kesehatan. Agar tidak tergelepar dihajar krisis, bank harus meningkatkan modal tambahan yang bernilai jumbo. Sayang EBA tak membeberkan nama-nama bank besar tersebut.

Otoritas Perbankan Eropa tersebut menghitung bahwa industri perbankan kawasan Benua Biru membutuhkan likuiditas hingga 114,7 miliar euro atau setara dengan US$ 154 miliar sebagai bantalan untuk menahan goncangan krisis.

Hitungan ini berarti lebih tinggi 8 miliar euro dari hitungan awal. Industri perbankan Jerman khususnya, membutuhkan dana hingga 13,1 miliar euro, naik 5,1 miliar euro dari perkiraan sebelumnya.

Bank memiliki waktu hingga 20 Januari 2012 mendatang untuk memperkuat posisi capital adequacy ratio (CAR) mereka. Kondisi perbankan Eropa saat ini dinilai terlalu rapuh dan tak terlalu kuat menghadapi himpitan masalah keuangan.

Sebelumnya, EBA menimbang bahwa perbankan Eropa membutuhkan dana segar sebesar 106, 4 miliar euro. Peningkatan hitungan ini didasarkan runtuhnya nilai obligasi yang dimiliki oleh perbankan.

Perkiraan yang diumumkan pada Oktober lalu, berdasarkan kepemilikan mereka per Juni 2011.

Perkiraan Oktober didasarkan pada nilai kepemilikan obligasi mereka pada bulan Juni. Sedangkan kalkulasi teranyar berdasarkan data per September 2011.




TERBARU

[X]
×