kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Regulator sertifikasi Boeing 737 MAX, IATA: Ini adalah kesalahan besar, besar


Selasa, 05 November 2019 / 21:53 WIB
ILUSTRASI. Boeing 737 MAX terparkir di Boeing Field di Seattle, Washington, Amerika Serikat, 1 Juli 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Jika tidak, de Juniac mengatakan, ada risiko perbedaan yang bisa muncul. Kalau regulator mengikuti prosedur yang berbeda, ini membuat proses lebih kompleks, meningkatkan biaya, dan berpotensi kurang aman karena kurangnya kebulatan suara.

Baca Juga: AS tak akan izinkan Boeing 737 MAX mengudara lagi, kecuali...

Boeing meng-grounded seluruh 737 MAX pada Maret lalu, setelah dua kecelakaan yang menewaskan semua awak dan penumpang di dalamnya, total sebanyak 346 orang.

Produsen pesawat asal AS itu kemudian memperbarui perangkat lunak kontrol penerbangan Boeing 737 MAX. Tapi, ini harus mendapat persetujuan dari regulator sebelum pesawat bisa terbang kembali secara komersial.

Boeing berencana mengembalikan Boeing 737 MAX ke udara pada akhir 2019 pasca melakukan perubahan perangkat lunak itu. Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) menyebutkan, pesawat itu bisa kembali beroperasi di Eropa pada kuartal pertama 2020.




TERBARU

[X]
×