Rekor Tertinggi, Shanghai China Laporkan 51 Kematian Baru Akibat Covid-19

Senin, 25 April 2022 | 13:01 WIB Sumber: Reuters
Rekor Tertinggi, Shanghai China Laporkan 51 Kematian Baru Akibat Covid-19

ILUSTRASI. Seorang petugas keamanan dengan alat pelindung diri berjalan di area pusat perbelanjaan menyusul penyebaran Covid-19 di Shanghai, China, Selasa (29/3/2022). REUTERS/Aly Song.

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Shanghai melaporkan 51 kematian di antara pasien Covid-19 pada Minggu (24/4), naik dari 39 di hari sebelumnya, data pemerintah kota menunjukkan pada Senin (25/4), rekor tertinggi baru.

Kota terbesar di China ini juga mencatat 16.983 kasus Covid-19 tanpa gejala, turun dari 19.657 sehari sebelumnya. Sementara kasus bergejala mencapai 2.472, naik dari 1.401 di hari sebelumnya.

Shanghai saat ini sedang berjuang melawan wabah Covid-19 terbesar yang pernah ada di China.

Pihak berwenang di Shanghai telah mendirikan pagar di luar bangunan tempat tinggal, memicu kemarahan baru publik atas penguncian yang telah memaksa sebagian besar dari 25 juta penduduk terkurung di rumah mereka.

Di Shanghai, foto-foto pekerja dengan setelan hazmat putih menutup pintu masuk blok perumahan dan menutup seluruh jalan dengan pagar hijau setinggi sekitar 2 meter menjadi viral di media sosial, memicu pertanyaan dan keluhan dari warga.

Baca Juga: Cemas Lockdown Ketat Covid-19, Panic Buying Melanda Beijing China

"Ini sangat tidak menghormati hak orang-orang di dalam, menggunakan penghalang logam untuk mengurung mereka seperti hewan peliharaan," kata seorang pengguna di platform media sosial Weibo, seperti dikutip Reuters.

Sebuah video menunjukkan warga berteriak dari balkon kepada para pekerja yang mencoba memasang pagar. Video lain menunjukkan orang-orang mencoba merobohkan pagar.

"Bukankah ini bahaya kebakaran?" tanya pengguna Weibo lainnya, seperti dilansir Reuters.

Banyak pagar berdiri di sekitar kompleks yang ditunjuk sebagai "area tertutup", bangunan di mana setidaknya satu orang dinyatakan positif Covid-19, yang berarti penduduk dilarang meninggalkan pintu depan mereka.

Tidak jelas, apa yang mendorong pihak berwenang untuk menggunakan pagar. Pemberitahuan tertanggal 23 April 2022 dari satu otoritas lokal yang dibagikan secara online mengatakan, pihaknya memberlakukan "karantina ketat" di beberapa daerah.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru