kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Rencana Putin memperpanjang kekuasaan ditentang dengan demonstrasi


Senin, 20 Januari 2020 / 10:59 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin terlihat di layar ketika ia menyampaikan pidato kenegaraan tahunannya kepada Majelis Federal di Moskow, Rusia 15 Januari 2020.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Namun, rencana Putin telah memecah oposisi anti-Kremlin, dengan beberapa menyebutnya "kudeta anti-konstitusional" dan yang lain, seperti politisi oposisi terkemuka Alexei Navalny, menolaknya sebagai tidak penting dalam skema hal-hal dan karenanya tidak layak untuk diprotes.

Galyamina, anggota dewan kota Moskow, pada hari Minggu membawa salinan konstitusi Rusia yang katanya terancam oleh reformasi Putin. "Putin pergi dari kantor !," Galyamina dan yang lainnya berteriak, mengatakan rencananya sama dengan menekan orang-orang Rusia.

Baca Juga: Dilema China dalam konflik panas Amerika Serikat versus Iran

Pada hari Sabtu, beberapa orang Rusia bergantian mengadakan piket satu orang di luar administrasi kepresidenan untuk menyatakan ketidaksetujuan mereka dengan reformasi konstitusi Putin.

Kantor berita TASS juga melaporkan bahwa pihak berwenang di Moskow telah mengesahkan protes hingga 10.000 orang terhadap reformasi Putin pada 1 Februari. Tidak jelas siapa organisasinya.

Baca Juga: Prancis dan Rusia ingin menjaga kesepakatan nuklir Iran




TERBARU

[X]
×