Resmi Melantai di Bursa Hong Kong, Saham Tencent Diperdagangkan di Level US$ 2,29

Rabu, 21 September 2022 | 11:24 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Resmi Melantai di Bursa Hong Kong, Saham Tencent Diperdagangkan di Level US$ 2,29

ILUSTRASI. Resmi debut di bursa Hong Kong, saham Tencent diperdagangkan seharga US$ 2,29

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Ketika sahamnya yang melantai di bursa AS sedang tertekan, Saham Tencent Music Entertainment Group China mulai diperdagangkan pada harga HK$ 18 setara US$ 2,29 dalam debut pencatatan perusahaan di Hong Kong pada Rabu (21/9).

Seperti diketahui, saham Tencent Music AS sejauh ini turun 33,1% pada tahun 2022, terpukul oleh sentimen negatif terhadap saham teknologi China di tengah tindakan keras regulasi terhadap sektor tersebut.

Perusahaan musik online mengumumkan pekan lalu bahwa sementara New York akan tetap menjadi tempat pencatatan utamanya, mereka akan mulai memperdagangkan sahamnya di Hong Kong.

Baca Juga: Persaingan dengan AS Masih Sengit, Investor Saham Teknologi China Mulai Was-was

Mengutip Reuters (21/9), perusahaan melakukan pencatatan dengan pengenalan yang berarti tidak ada saham baru atau modal segar yang diperoleh dalam transaksi tersebut.

Tencent Music mengatakan satu sahamnya yang terdaftar di AS mewakili dua sahamnya di Hong Kong. Harga pembukaannya datar dibandingkan dengan saham AS yang ditutup di New York pada hari Selasa di US$ 4,58.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,3% di awal perdagangan Rabu dan indeks teknologi turun 1,5%. Tencent Music memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$ 7,76 miliar.

Baca Juga: Indonesia Butuh Investasi TIK Signifikan untuk Percepat Transformasi E-Government

Perusahaan tersebut menjadi yang terbaru dalam serangkaian perusahaan China yang terdaftar di AS untuk memilih listing kedua di Hong Kong untuk mengimbangi ancaman delisting di New York karena perselisihan bilateral antara Washington dan Beijing mengenai akses ke dokumen audit.

Kedua belah pihak baru-baru ini mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kebuntuan selama satu dekade dan para pejabat AS telah tiba di Hong Kong untuk mulai meninjau perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di AS.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru