Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Kementerian Pendidikan China mengumumkan kerangka kebijakan baru untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental siswa, termasuk melarang sekolah memberikan tugas berlebihan dan mengganggu waktu istirahat siswa.
Melansir Reuters, sekolah juga dilarang sering menggelar ujian yang meningkatkan "beban akademik siswa," kata kementerian dalam pernyataan resmi pada Jumat (27/3/2026) di akun WeChat mereka.
Baca Juga: Emas Naik Didukung Dolar Melemah Jumat (27/3), Tapi Menuju Penurunan Mingguan Keempat
Langkah ini merupakan upaya pemerintah China untuk mengurangi tekanan akademik dan memperbaiki kesehatan mental siswa, bergeser dari sikap tradisional yang menekankan anak-anak harus belajar keras dan meraih nilai tinggi.
Beban tugas yang berat umum di sekolah-sekolah China, yang dapat menyebabkan kurang tidur serta meningkatnya kecemasan dan depresi, menurut para ahli.
Pada November tahun lalu, pemerintah China sudah menetapkan bahwa sekolah harus mengendalikan jumlah tugas secara ketat dan memberikan minimal dua jam aktivitas fisik setiap hari sekolah bagi siswa SD dan SMP.
Untuk taman kanak-kanak, pemerintah melarang mereka mengadopsi metode pengajaran SD atau mengajarkan kurikulum SD lebih awal, kata pemberitahuan tersebut.
Sekolah dasar dan menengah juga dilarang menggelar ujian untuk seleksi siswa. Sekolah dilarang memberikan reward atau hukuman kepada guru yang "menonjolkan nilai tertinggi" dalam ujian masuk perguruan tinggi.
Baca Juga: Setelah Banyak Tokoh Meninggal, Siapa yang Menjalankan Iran Sekarang?
Selain itu, sekolah tidak boleh mengganggu waktu istirahat siswa atau melarang siswa meninggalkan kelas saat istirahat.
Langkah ini sejalan dengan pengumuman sebelumnya bahwa liburan musim semi dan musim gugur akan diperkenalkan untuk sekolah, selain liburan musim panas dan musim dingin yang sudah ada.
Sebagai contoh, Sichuan Southwest Vocational College of Aviation melalui akun resmi WeChat pekan lalu mengatakan tema liburan musim semi selama enam hari pada 1-6 April adalah “menikmati bunga dan romansa”, sebagai bagian dari cara kreatif pemerintah mendorong pernikahan di masa depan dan meningkatkan konsumsi domestik.












