kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Rilis paspor vaksin virus corona, ini tujuan China


Rabu, 10 Maret 2021 / 07:17 WIB
ILUSTRASI. China telah meluncurkan sertifikat kesehatan vaksin internasional REUTERS/Lam Yik


Sumber: The Straits Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China telah meluncurkan sertifikat kesehatan vaksin internasional sebagai langkah antisipasi bahwa sertifikat ini akan segera diakui oleh negara lain. Langkah ini bertujuan untuk membuat perjalanan global lebih mudah.

Mengutip The Straits Times, China termasuk negara pertama di dunia yang mengeluarkan paspor vaksin yang menunjukkan rincian inokulasi Covid-19, serta hasil tes asam nukleat dan antibodi.

Warga negara China dapat mendaftar untuk mendapatkan sertifikat pada program mini WeChat yang diluncurkan pada Senin (8/3/2021), sehari setelah Menteri Luar Negeri Wang Yi mengumumkan inisiatif tersebut pada konferensi pers tahunannya.

Menurut Kementerian Luar Negeri China pada hari Senin, paspor vaksin Covid-19, tersedia dalam format digital dan kertas, akan membantu mempromosikan pemulihan ekonomi dunia dan memfasilitasi perjalanan lintas batas.

Baca Juga: Ini alasan WHO tidak sarankan paspor vaksin untuk perjalanan internasional

"Pandemi masih bersama kita, tetapi ekonomi dunia perlu dimulai kembali dan perjalanan masyarakat harus dilanjutkan tanpa penundaan lagi," kata juru bicara kementerian Zhao Lijian seperti yang dikutip dari The Straits Times.

Dia juga bilang, China siap untuk berdiskusi dengan negara lain tentang pembentukan mekanisme kode kesehatan yang diakui bersama.

Beberapa negara seperti Denmark dan Swedia sedang mengembangkan paspor kesehatan mereka sendiri. Di Inggris, lebih dari 200.000 orang telah menandatangani petisi yang dapat diperdebatkan di Parlemen untuk tidak memperkenalkan sertifikat vaksin, karena dapat digunakan untuk membatasi hak orang yang telah menolak vaksin Covid-19.

Baca Juga: Amerika: Rusia arahkan 3 situs online untuk jelekkan vaksin Pfizer dan Moderna




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×