kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.869   44,00   0,25%
  • IDX 6.483   80,68   1,26%
  • KOMPAS100 837   7,57   0,91%
  • LQ45 637   4,58   0,72%
  • ISSI 228   5,22   2,34%
  • IDX30 356   2,33   0,66%
  • IDXHIDIV20 433   2,50   0,58%
  • IDX80 96   0,77   0,82%
  • IDXV30 120   1,00   0,84%
  • IDXQ30 113   0,83   0,74%

Rio Tinto jual tambang dan proyek pengembangan batubara senilai US$ 1,7 miliar


Selasa, 20 Maret 2018 / 17:48 WIB
ILUSTRASI. RIO TINTO


Reporter: Agung Jatmiko | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - SIDNEY. Perusahaan tambang Rio Tinto setuju menjual tambang batubaranya, Hail Creek dan proyek pengembangan batubara Valeria di Queensland, Australia ke Glencore senilai US$ 1,7 miliar.

Mengutip Reuters, Selasa (20/3), penjualan itu mencakup 82% saham di tambang operasi Hail Creek dan 71,2% saham dalam proyek Valeria.

"Penjualan Hail Creek dan Valeria memberikan nilai menarik bagi pemegang saham kami dan melanjutkan strategi kami untuk memperkuat portofolio kami," kata Chief Executive Officer (CEO) Rio Tinto, Jean-Sebastien Jacques dalam pernyataannya, dilansir dari Reuters.

Rio Tinto membuat keputusan strategis pada tahun 2017 untuk keluar dari batubara dan fokus pada pertumbuhan divisi bijih besi, tembaga dan aluminiumnya. Dus, melalui penjualan senilai US$ 1,7 miliar ini, Rio Tinto bakal memiliki dana segar untuk berekspansi di tiga sektor tersebut.

Kesepakatan tersebut, yang mengikuti penjualan tambang batubara Hunter Valley senilai US$ 2,7 miliar di Australia ke Yancoal tahun lalu, tunduk pada persetujuan peraturan regulasi Australia dan diperkirakan akan selesai pada paruh kedua tahun 2018.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×