kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Rio Tinto jual tambang dan proyek pengembangan batubara senilai US$ 1,7 miliar


Selasa, 20 Maret 2018 / 17:48 WIB
ILUSTRASI. RIO TINTO


Reporter: Agung Jatmiko | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - SIDNEY. Perusahaan tambang Rio Tinto setuju menjual tambang batubaranya, Hail Creek dan proyek pengembangan batubara Valeria di Queensland, Australia ke Glencore senilai US$ 1,7 miliar.

Mengutip Reuters, Selasa (20/3), penjualan itu mencakup 82% saham di tambang operasi Hail Creek dan 71,2% saham dalam proyek Valeria.

"Penjualan Hail Creek dan Valeria memberikan nilai menarik bagi pemegang saham kami dan melanjutkan strategi kami untuk memperkuat portofolio kami," kata Chief Executive Officer (CEO) Rio Tinto, Jean-Sebastien Jacques dalam pernyataannya, dilansir dari Reuters.

Rio Tinto membuat keputusan strategis pada tahun 2017 untuk keluar dari batubara dan fokus pada pertumbuhan divisi bijih besi, tembaga dan aluminiumnya. Dus, melalui penjualan senilai US$ 1,7 miliar ini, Rio Tinto bakal memiliki dana segar untuk berekspansi di tiga sektor tersebut.

Kesepakatan tersebut, yang mengikuti penjualan tambang batubara Hunter Valley senilai US$ 2,7 miliar di Australia ke Yancoal tahun lalu, tunduk pada persetujuan peraturan regulasi Australia dan diperkirakan akan selesai pada paruh kedua tahun 2018.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×