kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.310   97,00   0,56%
  • IDX 7.379   -163,01   -2,16%
  • KOMPAS100 1.004   -27,06   -2,62%
  • LQ45 716   -20,09   -2,73%
  • ISSI 267   -5,87   -2,15%
  • IDX30 393   -8,15   -2,03%
  • IDXHIDIV20 483   -9,27   -1,88%
  • IDX80 112   -3,07   -2,66%
  • IDXV30 140   -1,20   -0,85%
  • IDXQ30 126   -2,76   -2,14%

Riset terbaru: Masker tidak mempengaruhi paru-paru, virus hidup di kulit selama 9 jam


Selasa, 06 Oktober 2020 / 10:17 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi wujud virus corona


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sebuah studi baru menemukan, jika dibiarkan tanpa gangguan, virus corona baru dapat bertahan berjam-jam di kulit manusia. Untuk menghindari kemungkinan menginfeksi sukarelawan yang sehat, peneliti melakukan percobaan laboratorium menggunakan kulit mayat yang seharusnya digunakan untuk cangkok kulit. 

Sementara virus influenza A bertahan kurang dari dua jam di kulit manusia, virus corona baru bertahan selama lebih dari sembilan jam. Keduanya benar-benar dinonaktifkan dalam waktu 15 detik dengan pembersih tangan yang mengandung alkohol 80%. 

Baca Juga: Masker sebagai senjata utama menghadapi Covid-19

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS saat ini merekomendasikan penggunaan antiseptik berbasis alkohol dengan alkohol 60% hingga 95% atau mencuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik. 

Penelitian telah menunjukkan bahwa penularan Covid-19 sebagian besar terjadi melalui aerosol dan tetesan. Namun, penulis studi baru menyimpulkan dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Sabtu di Clinical Infectious Diseases, "Kebersihan tangan yang benar penting untuk mencegah penyebaran infeksi SARS-CoV-2."

Selanjutnya: Disiplin pakai masker saat corona, ini masker pilihan petinggi perusahaan tambang




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×