kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Robert Kiyosaki: Menabung dalam Uang Tunai adalah Pilihan yang Buruk! Ini Alasannya


Rabu, 02 April 2025 / 14:17 WIB
Robert Kiyosaki: Menabung dalam Uang Tunai adalah Pilihan yang Buruk! Ini Alasannya
ILUSTRASI. Robert Kiyosaki, penulis buku terkenal Rich Dad Poor Dad, telah lama memperingatkan masyarakat mengenai bahaya menyimpan uang dalam bentuk tunai.


Sumber: Economic Times | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Robert Kiyosaki, penulis buku terkenal Rich Dad Poor Dad, telah lama memperingatkan masyarakat mengenai bahaya menyimpan uang dalam bentuk tunai.

Ia menyebut mata uang yang diterbitkan pemerintah sebagai "uang palsu" (fake money) karena nilainya terus menurun akibat inflasi.

Sebagai gantinya, ia menyarankan investasi dalam aset nyata seperti emas, perak, dan Bitcoin untuk melindungi kekayaan.

Mengapa Kiyosaki Tidak Percaya pada Uang Tunai

Menurut Kiyosaki, menabung dalam mata uang fiat seperti dolar AS adalah keputusan yang buruk karena inflasi secara perlahan menggerus daya beli masyarakat. Dalam salah satu unggahannya di media sosial, ia menyebut bahwa "sayangnya, kebanyakan orang bekerja untuk dan menabung ‘uang palsu’."

Baca Juga: Robert Kiyosaki: Menabung untuk Pensiun Itu Salah Besar! Inilah Cara yang Benar

Baginya, inflasi adalah bentuk "pencurian oleh pemerintah" karena secara tidak langsung mengurangi kekayaan masyarakat kelas menengah dan bawah, sementara orang kaya semakin diuntungkan dengan aset yang mereka miliki.

Untuk menghindari kehilangan daya beli akibat inflasi, Kiyosaki menyarankan agar masyarakat mulai berinvestasi dalam aset yang tidak mengalami depresiasi nilai. "Saya ingin Anda menjadi lebih kaya, bukan lebih miskin," ujarnya dalam salah satu pernyataannya.

Bitcoin atau Logam Mulia: Mana yang Lebih Baik?

Meskipun Kiyosaki mendukung Bitcoin, baru-baru ini ia menyebut bahwa perak adalah pilihan investasi terbaik untuk dua bulan ke depan. "Perak adalah yang terbaik dari tiga aset ini: emas, perak, dan Bitcoin," tulisnya dalam sebuah unggahan.

Ia memperkirakan harga perak yang saat ini sekitar US$35 per ons dapat melonjak hingga US$70 tahun ini, bahkan US$200 dalam beberapa tahun mendatang.

Di sisi lain, Bitcoin adalah pilihan investasi jangka panjang. Dengan suplai terbatas sebanyak 21 juta Bitcoin, Kiyosaki melihatnya sebagai lindung nilai (hedge) yang kuat terhadap inflasi. Tidak seperti uang tunai yang bisa dicetak tanpa batas oleh pemerintah, Bitcoin memiliki kelangkaan bawaan yang menjadikannya aset menarik bagi investor.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Peringatkan! Dunia Sedang Dihantam Resesi Besar

Apakah Sekarang Waktu yang Tepat untuk Berinvestasi?

Kiyosaki menegaskan bahwa masih ada kesempatan untuk berinvestasi, terutama dalam perak. "Hampir semua orang di dunia hari ini mampu membeli setidaknya satu koin perak… tetapi tidak besok," ujarnya.

Pernyataan ini menyoroti bahwa harga perak dan Bitcoin kemungkinan akan semakin mahal di masa mendatang, sehingga semakin sulit dijangkau oleh masyarakat umum.

Bagi mereka yang khawatir dengan inflasi, pesan Kiyosaki jelas: jangan terlalu bergantung pada uang fiat. Mengalokasikan sebagian kekayaan dalam Bitcoin, emas, atau perak bisa menjadi langkah cerdas untuk melindungi aset dan memastikan keamanan finansial dalam jangka panjang.

Selanjutnya: Transaksi BI-Fast di BNI Tumbuh 18% Saat Ramadan dan Lebaran 2025

Menarik Dibaca: Pilih Redmi Note 13 5G atau Redmi Note 14 Pro? Ini Perbandingan Spesifikasinya


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×