Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah dan peso Filipina memimpin penguatan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (4/9/2026).
Mengutip data Reuters pada pukul 02.01 GMT, rupiah menguat 0,17% menjadi Rp17.620 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.650 per dolar AS.
Sementara itu, peso Filipina menguat lebih besar, yakni 0,19% menjadi 62,334 per dolar AS dari sebelumnya 62,454 per dolar AS.
Penguatan kedua mata uang tersebut terjadi di tengah pelemahan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat mempertahankan suku bunga pada pertemuan September.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Jumat (4/9), Peluang The Fed Naikkan Suku Bunga Turun Jadi 50%
Rupiah Masih Melemah Sepanjang 2026
Meski menguat pada perdagangan harian, rupiah masih mencatat pelemahan terhadap dolar AS sepanjang tahun berjalan.
Sejak akhir 2025, rupiah telah melemah sekitar 5,39%. Pada akhir 2025, rupiah berada di level 16.670 per dolar AS.
Sementara itu, peso Filipina menjadi salah satu mata uang Asia dengan pelemahan terbesar sepanjang 2026. Peso telah turun sekitar 5,67% dari posisi akhir 2025 di level 58,800 per dolar AS.
Baca Juga: Volkswagen Pangkas 50.000 Pekerja Lagi, Hadapi Tarif AS dan Tekanan China
Won Korea dan Yuan Menguat Sepanjang Tahun
Sejumlah mata uang Asia lainnya menunjukkan kinerja yang lebih baik sepanjang 2026.
Won Korea Selatan menguat sekitar 6,09% dari posisi akhir 2025 menjadi 1.357,760 per dolar AS. Yuan China juga menguat 4,04% menjadi 6,717 per dolar AS.
Dolar Singapura menguat 1,50%, sedangkan yen Jepang naik sekitar 0,53% sepanjang tahun.
Ringgit Malaysia juga mencatat penguatan 0,35%.
Sebaliknya, baht Thailand melemah 4,38% dan rupee India turun 4,88% terhadap dolar AS sejak akhir 2025.
Baca Juga: Ledakan Micro-Drama dan Babak Baru Bisnis Hiburan Berbasis AI
Pergerakan Mata Uang Asia Hari Ini
Selain rupiah dan peso, sejumlah mata uang Asia bergerak beragam terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat.
Dolar Taiwan menguat 0,16%, baht Thailand naik 0,07%, yuan China menguat tipis 0,02%, dan dolar Singapura naik 0,01%.
Sementara itu, yen Jepang melemah 0,02%, won Korea Selatan turun 0,11%, dan ringgit Malaysia melemah 0,09%.
Rupee India bergerak stabil.
Pergerakan mata uang Asia selanjutnya akan dipengaruhi oleh data ekonomi AS, terutama laporan nonfarm payrolls (NFP) yang menjadi salah satu indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed.














