kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   31.000   1,17%
  • USD/IDR 17.648   -28,00   -0,16%
  • IDX 6.666   -1,40   -0,02%
  • KOMPAS100 871   -1,50   -0,17%
  • LQ45 661   -1,62   -0,24%
  • ISSI 231   -0,37   -0,16%
  • IDX30 370   -1,02   -0,27%
  • IDXHIDIV20 457   -2,22   -0,48%
  • IDX80 99   -0,36   -0,36%
  • IDXV30 126   -0,81   -0,64%
  • IDXQ30 118   -0,45   -0,38%

Bursa Asia Menguat Jumat (4/9), Peluang The Fed Naikkan Suku Bunga Turun Jadi 50%


Jumat, 04 September 2026 / 09:43 WIB
Bursa Asia Menguat Jumat (4/9), Peluang The Fed Naikkan Suku Bunga Turun Jadi 50%
ILUSTRASI. Bursa Asia - Nikkei (REUTERS/Manami Yamada)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat (4/9/2026), mengikuti reli pasar global menjelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS).

Sentimen pasar juga mendapat dorongan setelah Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga AS.

Melansir Reuters, indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang yang dihimpun MSCI naik 1%. Namun, penguatan tersebut belum mampu menghapus pelemahan sebelumnya sehingga indeks masih turun sekitar 0,4% sepanjang pekan.

Indeks Nikkei Jepang naik 0,8%, meski masih melemah 2,7% secara mingguan. Sementara itu, saham-saham unggulan China menguat 1% dan indeks KOSPI Korea Selatan naik 1,1%.

Baca Juga: Volkswagen Pangkas 50.000 Pekerja Lagi, Hadapi Tarif AS dan Tekanan China

Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menurun

Sentimen positif datang setelah Waller mengatakan data ekonomi terbaru menunjukkan tanda-tanda disinflasi.

Jika data berikutnya memperkuat tren tersebut, Waller menyatakan dirinya akan cenderung mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan ini.

Pernyataan tersebut langsung mengubah ekspektasi pasar. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sekitar 50%, turun dari sekitar 63% sehari sebelumnya.

Ekspektasi kenaikan suku bunga sebelumnya meningkat tajam setelah aksi jual di pasar obligasi global mendorong imbal hasil surat utang jangka panjang ke level tertinggi dalam beberapa tahun.

Tekanan tersebut dipicu kekhawatiran mengenai inflasi yang masih tinggi, membengkaknya utang pemerintah serta ketegangan geopolitik.

"Komentar Waller menentang argumen yang disampaikan Warsh pekan lalu bahwa hanya ada sedikit bukti inflasi mendasar telah bergerak lebih rendah," tulis analis JPMorgan dalam sebuah catatan.

Analis JPMorgan menilai, ambang data yang diperlukan untuk mengubah pandangan mayoritas pejabat The Fed yang bergantung pada data agar menaikkan suku bunga pada September masih cukup tinggi.

Baca Juga: Ledakan Micro-Drama dan Babak Baru Bisnis Hiburan Berbasis AI

Yen Menguat, Pasar Antisipasi BOJ

Pelemahan dolar AS turut mendorong penguatan yen. Yen telah menguat sekitar 2,6% sepanjang pekan menjadi sekitar 155,7 per dolar AS.

Level tersebut mendekati posisi 155,2 yang tercatat setelah intervensi bersama Tokyo dan Washington pada akhir Juli.

Penguatan yen juga didorong meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) pada bulan ini.

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga BOJ pada September mencapai 75%, sementara kenaikan pada Oktober telah sepenuhnya diperhitungkan dalam harga pasar.

Kondisi tersebut membuka kemungkinan BOJ melakukan kenaikan yang lebih besar atau menaikkan suku bunga dalam dua pertemuan berturut-turut.

"Meski kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan adanya pemeriksaan harga atau intervensi berikutnya, penguatan ini juga bisa merupakan posisi awal, baik resmi maupun spekulatif, untuk mengantisipasi data nonfarm payrolls yang lemah malam ini dan pertemuan BOJ yang berpotensi hawkish dalam dua pekan," kata Tony Sycamore, analis di IG.

Baca Juga: AS Selidiki Serangan pada Acara Pernikahan di Iran yang Tewaskan 5 Orang

Data Payrolls AS Jadi Penentu

Perhatian investor kini tertuju pada laporan nonfarm payrolls (NFP) AS untuk Agustus yang akan dirilis Jumat.

Konsensus pasar memperkirakan penambahan tenaga kerja sebesar 56.000 pekerjaan, setelah pada bulan sebelumnya terjadi penurunan mengejutkan sebesar 23.000 pekerjaan.

Tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di level 4,1%.

Data ekonomi AS yang dirilis sebelumnya menunjukkan aktivitas sektor jasa meningkat pada bulan lalu. Namun, indeks harga yang dibayar sektor tersebut melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun.

Survei Beige Book The Fed juga menunjukkan aktivitas ekonomi AS sedikit meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Terdampak Karhutla: Kualitas Udara Singapura Memburuk, PSI Tembus 104

Pasar Obligasi Mulai Bernapas Lega

Komentar dovish Waller turut memberikan angin segar bagi pasar obligasi AS. Harga Treasury menguat, terutama pada tenor pendek, sehingga kurva imbal hasil mengalami bull steepening seiring meredanya kekhawatiran kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Imbal hasil Treasury 2 tahun berada di 4,3381%, setelah turun 5 basis poin pada perdagangan sebelumnya dari level tertinggi 20 bulan sebesar 4,4102%.

Imbal hasil Treasury 10 tahun relatif stabil di 4,7620%, setelah turun 3 basis poin. Sementara imbal hasil tenor 30 tahun berada di 5,2433%, setelah turun 2 basis poin.

Meski demikian, investor obligasi jangka panjang masih mewaspadai risiko inflasi. Terutama karena belum ada perkembangan signifikan dalam upaya AS dan Iran mengakhiri perang serta membuka kembali Selat Hormuz.

Harga minyak Brent juga masih berada di level tinggi, naik sekitar 7% sepanjang pekan menjadi US$95,52 per barel.

Sementara itu, indeks dolar AS berada di level 98,96 terhadap sejumlah mata uang utama setelah melemah 0,6% pada perdagangan sebelumnya. Secara mingguan, dolar AS berada di jalur penurunan sekitar 0,7%.

Di pasar komoditas, harga emas bertahan di sekitar US$4.470 per ons troi setelah melonjak 2% pada perdagangan sebelumnya. Namun, harga emas masih berada di jalur untuk mengakhiri pekan dengan pergerakan relatif datar.

Baca Juga: Mengapa Jeda Internasional FIFA 2026/27 Menjadi 3 Pekan? Ini Alasan dan Dampaknya


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×