Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah dan won Korea Selatan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (9/7/2026), di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung terbatas.
Mengutip Reuters pada pukul 02.03 GMT, rupiah berada di level Rp 18.070 per dolar AS, melemah 0,44% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di Rp 17.990 per dolar AS.
Baca Juga: Inflasi Produsen China Capai Level Tertinggi Hampir Empat Tahun pada Juni
Pelemahan rupiah menjadi yang terdalam di antara mata uang utama Asia pada perdagangan pagi ini.
Sementara itu, won Korea Selatan turun 0,30% ke level 1.506,90 won per dolar AS.
Di sisi lain, yen Jepang menguat tipis 0,09% ke level 162,43 yen per dolar AS. Yuan China juga menguat 0,13% menjadi 6,796 yuan per dolar AS, sedangkan dolar Singapura menguat 0,07%.
Sebaliknya, dolar Taiwan melemah 0,20%, baht Thailand turun 0,18%, peso Filipina melemah 0,08%, dan ringgit Malaysia turun tipis 0,02%. Sementara itu, rupee India bergerak relatif stabil.
Secara kumulatif sejak awal tahun 2026, rupiah juga menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia.
Baca Juga: Minat Investor Membludak, Penawaran Saham SK Hynix Oversubscribed 7 Kali
Hingga Kamis pagi, rupiah telah terdepresiasi sekitar 7,75% terhadap dolar AS dibandingkan posisi akhir 2025.
Pelemahan juga terjadi pada baht Thailand yang turun 6,15%, rupee India 5,95%, won Korea Selatan 4,47%, serta peso Filipina 4,47%.
Di sisi lain, yuan China justru menjadi salah satu mata uang yang menguat terhadap dolar AS sepanjang tahun ini dengan apresiasi sekitar 2,82%.














