kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.185   26,00   0,14%
  • IDX 5.114   57,23   1,13%
  • KOMPAS100 660   8,80   1,35%
  • LQ45 520   5,05   0,98%
  • ISSI 171   1,47   0,87%
  • IDX30 292   2,31   0,80%
  • IDXHIDIV20 393   1,58   0,40%
  • IDX80 76   0,94   1,24%
  • IDXV30 110   0,58   0,53%
  • IDXQ30 98   0,00   0,00%

Rusia desak negara-negara teluk membentuk mekanisme keamanan kolektif


Rabu, 15 Januari 2020 / 13:31 WIB
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memberi isyarat saat konferensi pers ketika rekannya Retno Marsudi berbicara kepada media di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia di Jakarta, 9 Agustus 2017.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Kantor berita Iran Fars mengutip Zarif mengatakan bahwa penggunaan mekanisme sengketa itu tidak berdasar secara hukum dan merupakan kesalahan strategis.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Selasa meminta Presiden AS Donald Trump untuk mengganti perjanjian nuklir Iran dengan pakta barunya sendiri untuk memastikan Republik Islam tidak mendapatkan senjata atom.

Baca Juga: Iran akan umumkan penyebab jatuhnya pesawat Ukraina Sabtu ini

Trump mengatakan dalam sebuah tweet bahwa dia setuju dengan Johnson untuk "kesepakatan Trump" alih-alih pakta saat ini.

Wakil Penasihat Keamanan Nasional A. Matthew Pottinger juga akan membahas pertemuan Delhi pada hari Kamis.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×