kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.862   19,00   0,11%
  • IDX 8.211   -54,45   -0,66%
  • KOMPAS100 1.157   -10,90   -0,93%
  • LQ45 829   -10,46   -1,25%
  • ISSI 294   -1,41   -0,48%
  • IDX30 432   -4,02   -0,92%
  • IDXHIDIV20 516   -5,32   -1,02%
  • IDX80 129   -1,31   -1,00%
  • IDXV30 143   -0,36   -0,25%
  • IDXQ30 139   -1,85   -1,31%

Rusia desak negara-negara teluk membentuk mekanisme keamanan kolektif


Rabu, 15 Januari 2020 / 13:31 WIB
Rusia desak negara-negara teluk membentuk mekanisme keamanan kolektif
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memberi isyarat saat konferensi pers ketika rekannya Retno Marsudi berbicara kepada media di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia di Jakarta, 9 Agustus 2017.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Kantor berita Iran Fars mengutip Zarif mengatakan bahwa penggunaan mekanisme sengketa itu tidak berdasar secara hukum dan merupakan kesalahan strategis.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Selasa meminta Presiden AS Donald Trump untuk mengganti perjanjian nuklir Iran dengan pakta barunya sendiri untuk memastikan Republik Islam tidak mendapatkan senjata atom.

Baca Juga: Iran akan umumkan penyebab jatuhnya pesawat Ukraina Sabtu ini

Trump mengatakan dalam sebuah tweet bahwa dia setuju dengan Johnson untuk "kesepakatan Trump" alih-alih pakta saat ini.

Wakil Penasihat Keamanan Nasional A. Matthew Pottinger juga akan membahas pertemuan Delhi pada hari Kamis.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×