kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Rusia Dilaporkan Mulai Menarik Pasukan Udaranya dari Kota Kherson, Ukraina


Rabu, 23 Maret 2022 / 13:05 WIB
ILUSTRASI. Marinir Rusia turun dari helikopter Kamov Ka-27PS saat latihan angkatan laut Ocean Shield 2020 di Wilayah Kaliningrad, Rusia, Senin (3/8/2020).


Sumber: New York Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Citra satelit menunjukkan bahwa Rusia telah menarik sebagian besar helikopternya dari bandara kota Kherson, Ukraina, yang strategis. Menurut para ahli, ini merupakan pertanda adanya kemunduran militer Rusia sejak invasi dimulai satu bulan lalu.

New York Times pada hari Selasa (22/3) mengutip data dari citra satelit yang diambil oleh perusahaan Planet Labs selama enam hari. Pengurangan pasukan ini terjadi ketika tentara Ukraina mulai bergerak kembali untuk mengamankan Kherson.

Kherson merupakan titik penting karena menjadi pusat pembuatan kapal. Lokasinya juga memiliki wilayah pantai yang menghadap langsung ke Laut Hitam dan Semenanjung Krimea.

Baca Juga: Sekjen PBB: Sudah Waktunya Mengakhiri Perang yang Absurd Ini!

Kota ini jadi salah satu kota besar pertama yang diserbu pasukan Rusia meskipun sampai saat ini belum berhasil menguasainya secara penuh. Kontrol atas Kherson dianggap sangat penting untuk setiap upaya mendominasi wilayah selatan secara luas.

Pasukan Ukraina pekan lalu mulai melancarkan serangan ke bandara Kherson yang dikuasai pasukan Rusia. Citra satelit menunjukkan bahwa serangan tersebut telah berhasil menimbulkan kerusakan besar pada peralatan Rusia.

Gambar yang diambil pada hari Senin (21/3) juga menunjukkan bahwa pesawat yang terlihat sebelumnya telah dipindahkan. Meskipun demikian, pasukan darat Rusia tampaknya masih menguasai bandara.

Direktur Proyek Ancaman Kritis di American Enterprise Institute, Frederick Kagan, mengatakan bahwa serangan tersebut cukup berhasil membuat Rusia merasa terdesak sehingga menarik sejumlah pasukannya.

Baca Juga: Satu Bulan Invasi, Kekuatan Tempur Rusia di Ukraina Disebut Mulai Menurun




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×